Latihan perang tahunan Taiwan diperpanjang menjadi 2 pekan lagi

03/04/2026 16:11(Diperbaharui 03/04/2026 16:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Mayor Jenderal Tung Chi-hsing. (Sumber Foto : CNA, 2 April 2026)
Mayor Jenderal Tung Chi-hsing. (Sumber Foto : CNA, 2 April 2026)

Taipei, 3 Apr. (CNA) Bagian terkomputerisasi dari latihan militer tahunan terbesar di Taiwan akan dilaksanakan selama 14 hari untuk tahun kedua berturut-turut, guna menguji pertahanan total negara tersebut terhadap meningkatnya aktivitas "zona abu-abu" Tiongkok dan potensi Tiongkok untuk melakukan invasi skala penuh ke pulau itu.

Latihan Han Kuang diadakan setiap tahun dalam dua tahap. Edisi ke-42 tahun ini akan dimulai dengan permainan perang di atas meja, yang akan dilaksanakan pada 11-24 April, kata Mayor Jenderal Tung Chi-hsing (董冀星), Direktur Divisi Perencanaan Operasi Gabungan di bawah Kementerian Pertahanan Nasional (MND), dalam sebuah pengarahan di Taipei pada hari Kamis (2/4). 

Tahun lalu adalah pertama kalinya permainan perang di atas meja berlangsung selama dua pekan. Pada tahun 2024, latihan tersebut diadakan selama delapan hari, sementara pada tahun-tahun sebelumnya, latihan terkomputerisasi biasanya berlangsung selama lima hari.

Militer Taiwan mengatakan tahun lalu bahwa perpanjangan waktu tersebut dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak waktu kepada angkatan bersenjata untuk menguji langkah-langkah respons mereka dalam berbagai skenario, termasuk situasi di mana pasukan Tiongkok tiba-tiba mengubah latihan mereka menjadi invasi skala penuh.

Dalam acara pers hari Kamis, Tung mengatakan bahwa permainan perang terkomputerisasi akan kembali dilakukan menggunakan platform Joint Theater Level Simulation (JTLS) buatan Amerika Serikat dan akan diadakan selama 24 jam penuh untuk menguji kemampuan bangsa secara keseluruhan dalam berkoordinasi dan merespons invasi Tiongkok.

Permainan perang ini akan mensimulasikan skenario di mana Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) secara tak terduga mengubah latihan militer atau aktivitas "zona abu-abu"—aksi provokatif atau agresif yang hampir mencapai konflik terbuka—di dekat Taiwan menjadi serangan nyata, kata jenderal bintang satu tersebut.

Seperti pada tahun 2025, segmen latihan ini tidak akan menggunakan skenario yang sudah ditentukan untuk menguji kemampuan respons darurat pasukan, dengan fokus pada respons di bawah komando terdesentralisasi dan kondisi operasional 24/7, tambah Tung.

Skenario ini juga akan menguji bagaimana angkatan bersenjata mempertahankan negara jika PLA mencoba merebut pelabuhan dan bandara sebelum maju ke daratan.

Selain upaya pertahanan oleh pasukan aktif, militer juga akan mengerahkan pasukan cadangan dan bekerja sama dengan Pusat Respons Gabungan Pusat untuk melatih kerja sama terintegrasi antara militer dan sipil dalam mengusir penyusup, tambah Tung.

Untuk segmen tembak langsung dari latihan Han Kuang ke-42, Tung tidak mengumumkan dalam acara pers hari Kamis kapan latihan tersebut akan diadakan tahun ini atau berapa lama akan berlangsung.

Menteri Pertahanan Wellington Koo (顧立雄) mengatakan kepada wartawan awal tahun ini bahwa latihan tembak langsung, yang biasanya diadakan pada musim panas, akan kembali berlangsung selama 10 hari dan sembilan malam, seperti tahun lalu.

Latihan tahunan Han Kuang, yang telah menjadi permainan perang utama Taiwan sejak 1984, bertujuan untuk menguji kesiapan tempur negara tersebut dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.

(Oleh Joseph Yeh dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.