Ratusan ribu orang datangi Festival Pulau Cahaya Kaohsiung yang diramaikan penampil Indonesia

09/03/2026 16:34(Diperbaharui 09/03/2026 16:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Festival Pulau Cahaya Kaohsiung 2026. (Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
Festival Pulau Cahaya Kaohsiung 2026. (Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)

Taipei, 9 Mar. (CNA) Festival Pulau Cahaya Kaohsiung 2026 ditutup pada Minggu (8/3), dengan mencatat total 220.000 kunjungan selama tiga hari penyelenggaraannya, yang turut dimeriahkan sejumlah pengisi acara asal Indonesia, menurut pemerintah kota.

Skala festival tahunan itu mendapatkan respons antusias sekaligus menunjukkan daya tarik internasional Kaohsiung, kata Departemen Administrasi dan Urusan Internasional kota, dalam sebuah rilis pers.

Departemen tersebut mencatat Festival Pulau Cahaya Kaohsiung tahun ini ditingkatkan dengan menghadirkan penampilan dari delapan negara, enam sesi bincang-bincang luar ruangan, pasar dengan berbagai merek internasional, dan pameran fotografi interaktif.

Festival ini menonjolkan budaya pulau sebagai inti, memadukan karakter negara-negara yang dicakup Kebijakan Baru ke Arah Selatan Taiwan seperti Filipina, Thailand, Indonesia, dan Vietnam, menurut rilis pers.

(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)

Dari Indonesia, grup musik metal "Jubah Hitam" hari Sabtu mengguncang panggung utama di Central Park Kaohsiung, sementara desainer busana Mila dan penulis karya sastra Lily mengisi perbincangan interaktif di Kaohsiung Main Station masing-masing pada Sabtu dan Minggu.

Festival yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Kota Kaohsiung serta perwakilan Amerika Serikat, Jepang, Filipina, dan Thailand ini mencapai puncak kemeriahannya pada Minggu malam dengan penampilan pamungkas dari grup musik populer "Fire EX." (滅火器), menurut rilis pers.

Penampil lainnya termasuk musisi Hawaii pemenang Grammy Awards "Daniel Ho & Friends", sementara bincang-bincang luar ruangan juga diisi aktor Vietnam peraih Golden Bell Awards Taiwan, Liên Bỉnh Phát dan jajaran produksi serial tentang pekerja migran "The Outlaw Doctor" (化外之醫).

Sementara itu, pendiri lembaga pemberdayaan migran One-Forty, Kevin Chen (陳凱翔) dan penulis pemenang Taiwan Literature Awards for Books, Chien Yung-ta (簡永達) juga melakukan dialog dengan warga Filipina dan Indonesia.

Tersedia pula berbagai pengalaman olahraga mancanegara, yang menarik masyarakat untuk mengantre mencobanya, menurut rilis pers.

(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)

Festival juga diramaikan mobil perpustakaan keliling Asia Tenggara, hingga menampilkan pameran fotografi interaktif yang didukung One-Forty, yang menggambarkan kehidupan beragam pekerja migran dan imigran baru di Taiwan, menurut pemerintah kota.

Selain itu, Pearl S. Buck Foundation dan FamilyMart menghadirkan sebuah zona tematik yang mengajak merasakan perpaduan budaya yang beragam, kata yayasan tersebut dalam sebuah rilis pers sebelumnya.

Hotel InterContinental Kaohsiung juga menghadirkan pengalaman bersantap di mana pengunjung dapat mencicipi lebih dari 15 hidangan klasik Asia Tenggara, termasuk saus Padang Indonesia, cabai nanas khas Thailand, laksa Singapura, serta kari Malaysia.

"Melalui bincang-bincang, saya bisa lebih memahami cerita pekerja migran dan imigran baru, sangat bermakna," kata salah satu pengunjung seperti dikutip Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung.

Juga terdapat pengunjung yang mengatakan, "Suasananya luar biasa. Bisa juga belajar tentang budaya berbagai negara dengan cara santai," demikian dikutip dalam rilis pers.

(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)

Tamu festival dari berbagai negara juga merasa tersentuh, mengatakan bahwa di Kaohsiung mereka bisa menjadi diri sendiri dengan nyaman, merasakan kehangatan kota di Taiwan selatan tersebut ini secara nyata, menurut rilis pers.

Sementara itu, ada imigran baru yang tersentuh, menyatakan bahwa tinggal di sana memberikan rasa diterima dan keramahan, "Kaohsiung sudah seperti rumah kedua," kata rilis pers.

Dalam sambutannya, Wali Kota Chen Chi-mai (陳其邁) mengatakan harapannya agar para warga dari Asia Tenggara dan Pasifik dapat menganggap Kaohsiung sebagai rumah kedua dan bisa menetap dengan tenang di sana. "Kaohsiung adalah kota imigran yang sangat inklusif," ucapnya.

"Mereka yang pindah dari kabupaten atau kota lain di Taiwan maupun teman-teman dari negara lain yang datang ke Kaohsiung untuk bekerja, membangun keluarga, dan hidup di sini, telah memberikan keberagaman budaya serta energi bagi kota ini," kata Chen.

(Oleh Jason Cahyadi dan Lin Chiao-lien)

Selesai/IF

(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
(Sumber Foto : Departemen Administrasi dan Urusan Internasional Kota Kaohsiung)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.