Taipei, 7 Apr. (CNA) Kabut tebal di Kinmen mengganggu penerbangan untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (7/4), menyebabkan lebih dari 1.400 penumpang terlantar saat mereka menunggu untuk kembali ke Taiwan, kata otoritas bandara.
Kabut yang terus-menerus menyelimuti Kinmen, kepulauan terluar Taiwan yang terletak kurang dari 10 kilometer dari Xiamen di Tiongkok, terus menghambat perjalanan pada Selasa pagi setelah berakhirnya libur panjang cengbeng.
Hingga pukul 10 pagi Selasa, dua penerbangan telah dibatalkan dan beberapa lainnya mengalami penundaan akibat jarak pandang yang buruk, menurut data keberangkatan dan kedatangan Bandara Kinmen, meskipun sebagian besar penerbangan yang dijadwalkan akhirnya dapat mendarat pada akhir pagi hari.
Sebanyak 658 penumpang menunggu kursi cadangan pada penerbangan ke Taipei, 379 lainnya berusaha pulang ke Taichung, dan 370 ingin kembali ke Kaohsiung.
Gangguan ini terjadi setelah pembatalan besar-besaran pada Senin, hari terakhir libur akhir pekan, ketika kabut tebal memaksa pembatalan 22 penerbangan, yang berdampak pada 2.175 penumpang, menurut pihak bandara.
Meskipun kapal feri tujuan Taichung, sekitar 200 kilometer jauhnya, telah dikerahkan untuk membantu mengurangi kemacetan, mereka tidak mampu menampung banyaknya penumpang yang terlantar.
Seorang pelancong bermarga Chang (張) mengatakan kepada CNA bahwa penerbangannya dari Kinmen pada Senin pagi dibatalkan dan ia telah menunggu di bandara sejak saat itu, seraya mencatat bahwa hanya segelintir penumpang cadangan yang dapat naik pada setiap penerbangan berikutnya.
Kursi yang paling cepat tersedia untuknya baru ada pada Kamis, kata Chang.
Ia berharap pemerintah dapat mengatur layanan feri tambahan atau penerbangan ekstra untuk membantu mereka yang terjebak di Kinmen segera pulang.
Selesai/JC