Taipei, 3 Apr. (CNA) Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) mengatakan pada Kamis (2/4) bahwa tarif untuk semua moda transportasi umum di Taiwan tidak akan dinaikkan di tengah kenaikan harga minyak global, sementara maskapai penerbangan lokal telah sepakat untuk menunda kenaikan harga tiket untuk penerbangan domestik.
Tarif untuk Taiwan High Speed Rail, Taiwan Railway, sistem metro, dan layanan bus antarkota tidak akan dinaikkan meskipun perang di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia melonjak, kata Cheng dalam konferensi pers mingguan Kabinet di Taipei.
Sementara itu, setelah berdiskusi dengan maskapai penerbangan, tarif untuk penerbangan domestik, termasuk ke pulau-pulau terluar, tidak akan dinaikkan untuk sementara waktu, guna "menjamin keadilan" bagi penumpang yang bepergian secara domestik melalui darat dan udara, ujarnya.
Keputusan ini diambil setelah Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil mengumumkan sehari sebelumnya bahwa kenaikan fuel surcharge akan berlaku mulai 7 April.
Cheng mengatakan bahwa cadangan minyak mentah aman hingga 20 Juni, sementara pasokan gas alam cair (LNG) hingga Mei telah "diatur sepenuhnya."
Dari 15 kapal tanker LNG yang dibutuhkan untuk bulan Juni, 10 telah dikontrak sejauh ini, dengan pemerintah sedang berupaya mengamankan lima kapal lagi dari Qatar, katanya.
Cheng menambahkan bahwa harga LNG untuk pengguna rumah tangga akan tetap dibekukan pada bulan April, sementara pengguna industri akan mengalami kenaikan sebesar 5 persen.
Harga gas petroleum cair dalam tabung akan tetap tidak berubah hingga April, ujarnya.
Terkait harga bahan bakar, Cheng mengatakan harga bensin dan solar telah ditetapkan sesuai dengan tingkat terendah di antara pasar Asia tetangga.
Langkah ini, bersama dengan mekanisme stabilisasi harga yang diperluas yang menyerap setidaknya 60 persen dari setiap kenaikan, telah memastikan bahwa harga bahan bakar di Taiwan tetap lebih rendah dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura, ujarnya.
Tujuan pemerintah adalah memastikan bahwa langkah-langkah stabilisasi harga akan terus berlanjut selama konflik dan tetap diberlakukan setelah pertempuran berakhir hingga ketertiban benar-benar pulih, kata Cheng.
Selesai/ja