Seniman Taiwan yang kartunnya dimuat di AP meninggal dunia pada usia 77

07/04/2026 15:57(Diperbaharui 07/04/2026 15:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seniman Taiwan Chen Chao-pao (depan, kiri) melukis di sebuah acara di Ottawa, Kanada, 2002. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Seniman Taiwan Chen Chao-pao (depan, kiri) melukis di sebuah acara di Ottawa, Kanada, 2002. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 7 Apr. (CNA) Seniman Taiwan Chen Chao-pao (陳朝寶), yang salah satu kartun politiknya pernah didistribusikan Associated Press (AP) pada 1981, hari Minggu (5/4) meninggal dunia di usia 77 tahun, menurut keluarganya.

Istri Chen mengatakan kepada CNA bahwa ia telah dirawat di rumah sakit pada Maret karena pneumonia akut yang disebabkan influenza dan meninggal dunia pada pukul 10.30 hari Minggu.

Keluarga juga mengumumkan kabar tersebut di Facebook, mengundang teman, kerabat, dan mantan muridnya untuk memberikan penghormatan di ruang duka.

Chen menunjukkan bakat seni sejak usia muda dan bekerja paruh waktu untuk mendukung studinya di National Taiwan Academy of Arts, yang sekarang menjadi National Taiwan University of Arts. Ia memulai debutnya sebagai kartunis pada 1972, ketika karyanya diterbitkan di Crown Magazine.

Ia kemudian menjadi kontributor tetap di United Daily News, di mana ia dikenal karena kemampuannya merangkum punchline tajam dalam kartun satu panel, kata kartunis dan sejarawan manga Hung Teh-ling (洪德麟) kepada CNA pada Selasa.

Kartun politiknya yang menggambarkan seorang pria compang-camping di atas sepeda bertanya kepada pengemudi mobil mewah "Hei! Mau bantuan keuangan?" menarik perhatian internasional setelah didistribusikan AP pada 1981.

Meskipun sukses sebagai kartunis, Chen kemudian pindah ke Paris untuk fokus pada seni rupa, kata Hung. Chen pernah merenung bahwa meskipun kartun memberinya ketenaran dan kekayaan, itu terasa sementara, seraya menambahkan: "Saya perlu mengejar seni yang abadi."

Selama di Prancis, Chen fokus pada melukis, mengembangkan gaya khas yang memadukan teknik tinta modern dengan lukisan minyak.

Kritikus seni Prancis Christophe Comentale memasukkannya sebagai salah satu seniman Tionghoa paling representatif di Prancis pada abad ke-20.

Chen kembali ke Taiwan pada 2002 dan kemudian mengajar di almamaternya, terus berkarya setelah pensiun pada 2012.

Pada pameran tunggal di Sun Yat-sen Memorial Hall pada 2021, Chen berkata: "Saya bukan pembicara yang baik, tetapi seni saya yang berbicara."

(Oleh Wang Pao-er, Wu Kuan-hsien, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.