Taipei, 31 Mar. (CNA) Wakil Menteri Luar Negeri Chen Ming-chi (陳明祺) hari Selasa (31/3) mengecam sanksi terbaru Tiongkok terhadap anggota parlemen senior pro-Taiwan asal Jepang, Keiji Furuya, dengan mengatakan langkah tersebut sekali lagi memperlihatkan "represi lintas batas" Beijing yang semakin memaksa.
Tiongkok berulang kali menggunakan "represi lintas batas" semacam itu, yang menunjukkan bahwa mereka tidak lagi dapat menarik simpati komunitas internasional dan malah mengandalkan paksaan serta ancaman, kata Chen kepada wartawan di sela-sela sidang Yuan Legislatif.
Chen menambahkan bahwa Furuya, yang memimpin Dewan Konsultatif Anggota Parlemen Jepang-Republik Tiongkok (Taiwan), yang terdiri dari sekitar 300 anggota parlemen dan menjadi asosiasi persahabatan antara parlemen Jepang dan Taiwan, adalah sahabat lama negara ini, atas jasanya pemerintah menyampaikan rasa terima kasih.
Chen menyampaikan pernyataan tersebut ketika diminta berkomentar setelah Beijing mengumumkan pada Senin bahwa Furuya, anggota senior Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang dan telah menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat sejak 1990, akan dilarang memasuki Tiongkok.
Kementerian luar negeri Tiongkok menuduh Furuya berkolusi dengan "kekuatan separatis" di Taiwan, dengan mengutip kunjungannya ke Taiwan sebagai tindakan yang dilakukan "dengan menentang keras penolakan Tiongkok".
Furuya hampir mengunjungi Taiwan setiap tahunnya, terakhir pada awal Maret untuk menghadiri seminar internasional yang didanai pemerintah.
Sebagai tanggapan, Wakil Sekretaris Kabinet Jepang Masanao Ozaki menuduh Tiongkok menggunakan tindakan Furuya "sebagai dalih untuk mengintimidasi mereka yang memiliki pandangan berbeda", dan menyebut langkah tersebut "sama sekali tidak dapat diterima".
Sementara itu, Furuya mengatakan kepada wartawan bahwa sanksi Beijing tidak akan berdampak besar, dengan mencatat bahwa ia tidak pernah mengunjungi Tiongkok selama puluhan tahun dan tidak memiliki aset di sana.
Selesai/JC