Taipei, 7 Apr. (CNA) Taiwan telah memulihkan statusnya sebagai wilayah bebas demam babi Afrika (ASF) yang dideklarasikan sendiri kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), kata Kementerian Pertanian (MOA) pada Senin (6/4).
Setelah pengakuan dari WOAH, Taiwan sekali lagi menjadi satu-satunya negara di Asia yang bebas dari tiga penyakit utama pada babi -- penyakit mulut dan kuku, demam babi klasik, dan ASF, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
WOAH mengakui deklarasi mandiri Taiwan sebagai wilayah bebas ASF pada Mei tahun lalu, menjadi yang pertama di Asia yang memperoleh status bebas penyakit untuk ketiga penyakit babi tersebut.
Namun, pada Oktober di tahun yang sama, Taiwan melaporkan kasus ASF pertamanya, yang melibatkan wabah di sebuah peternakan di Taichung.
Kasus tersebut secara resmi ditutup dan dilaporkan ke WOAH pada 23 Januari tahun ini sesuai prosedur yang diperlukan, setelah peternakan yang terdampak dibersihkan dan didesinfeksi serta semua sampel yang dikumpulkan setelah 21 November 2025 dinyatakan negatif.
MOA mengatakan pihaknya mengajukan permohonan pada 21 Februari tahun ini untuk mendapatkan kembali status bebas ASF yang dideklarasikan sendiri.
"Permohonan tersebut lolos dari tinjauan ketat WOAH hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu bulan, jauh lebih cepat dari perkiraan awal," kata kementerian, merujuk pada estimasi enam hingga delapan bulan yang diperkirakan untuk mendapatkan kembali status tersebut.
Hasil ini, menurut MOA, "Menunjukkan kesiapan menyeluruh Taiwan dan pemahaman terhadap standar karantina hewan internasional ... Ini juga menyoroti ketahanan pencegahan epidemi Taiwan yang kuat."
Selesai/IF