Taipei, 6 Apr. (CNA) Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo mengunjungi Kinmen, salah satu pulau terluar Taiwan yang dekat dengan Tiongkok, untuk menggelar pelayanan mobile service, kunjungan ke Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA), hingga dialog bersama warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI), tulis rilis pers KDEI.
Dalam wawancaranya bersama CNA, Arif menuturkan tujuan ke Kinmen merupakan kunjungan yang sangat penting bagi KDEI Taipei mengingat ada 1500 WNI dimana sebanyak 70 persen adalah PMI.
“Momen kunjungan ke Kinmen tidak hanya untuk mendekatkan layanan pembuatan paspor, tetapi juga untuk menyapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga pelajar Indonesia. Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara yaitu KDEI sebagai perwakilan Indonesia di berbagai penjuru Taiwan,” ujarnya menanggapi.
Kunjungan ke NIA Kinmen
Kepala KDEI Taipei bersama Kepala Bidang Imigrasi, dan Kepala bidang Administrasi serta Analis Bidang Tenaga Kerja menyempatkan diri berkunjung ke kantor pelayanan NIA di Kinmen pada Jumat (27/3). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Mr. Cheng Ming Chang Director NIA Administrative Center and Service Station di Kinmen, tulis keterangan rilis pers KDEI.
Pada kesempatan pertemuan tersebut NIA Kinmen dan KDEI Taipei berdiskusi dan saling berbagi Informasi mengenai kondisi serta tantangan dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Tak hanya berdiskusi, pihak NIA turut mengajak rombongan berkeliling pelabuhan dan meninjau fasilitas pelabuhan, sebagai bagian dari pemahaman bersama mengenai sistem keimigrasian dan transportasi di wilayah tersebut, tulis keterangan tersebut.
Pelayanan Mobile Service di Kinmen
Pada Sabtu (28/3), KDEI mengadakan kegiatan layanan Mobile Service untuk pelayanan penggantian paspor, layanan kekonsuleran dan konsultasi tenaga kerja bagi WNI yang bermukim di Pulau Kinmen, sebagai bentuk komitmen meningkatkan akses pelayanan dokumen keimigrasian.
Sebelum proses layanan Mobile Service, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menyempatkan untuk berinteraksi dengan menyampaikan sambutan dan arahan kepada WNI yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KDEI Taipei didampingi Wakil Kepala KDEI, Johanes Andi Susanto, Kepala Bidang Imigrasi, Wahyu Wibisono, Kepala Bidang Administrasi Wawan Kurniawan serta Analis Bidang Tenaga Kerja Mira Caliandra untuk melaksanakan kunjungan kerja sekaligus pelayanan langsung kepada WNI.
KDEI Taipei melalui Bidang Imigrasi melakukan Layanan Keimigrasian berupa pengambilan foto biometrik dan sidik jari, dengan jumlah pemohon 26 orang yang sebagian besarnya adalah PMI, tulis keterangan tersebut.
Kunjungan ke pelabuhan Shitou temui ABK
Kepala KDEI Taipei juga mengunjungi Pelabuhan Shuitou Kinmen, pada Sabtu (28/3) untuk menyapa para PMI yang bekerja sebagai nelayan migran. Terdapat sekitar 20 nelayan di pelabuhan tersebut, namun sebagian besar sedang melaut, menurut keterangan rilis pers.
Empat nelayan yang dapat ditemui di sela-sela pekerjaannya menyampaikan bahwa secara umum mereka kerasan bekerja di tempat kerja sekarang, meski sangat jarang libur. Terdapat ABK yang telah bekerja selama lebih dari tiga tahun, namun ada juga yang baru bekerja satu tahun. Keempat ABK tersebut tidak mengalami hambatan yang berarti selama beradaptasi di awal bekerja hingga saat ini karena sebelumnya juga bekerja sebagai nelayan di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Arif juga memastikan bagaimana tempat tinggal dan gaji para ABK. Keempat ABK menyampaikan bahwa pemberi kerja menyediakan mess untuk tempat tinggal dan bahan-bahan makanan oleh untuk makan sehari-hari. Gaji para ABK juga sudah sesuai dengan standar UMR, yaitu NT$ 29.500 (Rp15,731,301) bahkan terkadang diberikan bonus oleh pemberi kerja.
“Kerja yang baik, jangan lupa komunikasi sama keluarga. Uangnya juga ditabung sebagian, jangan dikirim semua ke Indonesia,” pesan Arif kepada para ABK.
Arif juga menambahkan, “Jangan minum minuman keras. Hati-hati, banyak temen-temen kita yang didenda atau bahkan mengalami kecelakaan lalu lintas akibat minum.”
Kunjungan ke pelabuhan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Mobile Service KDEI Taipei di Kinmen yang dihadiri oleh 26 WNI yang sebagian besar merupakan Pekerja Migran Indonesia. KDEI Taipei senantiasa melakukan monitor Pekerja Migran Indonesia di berbagai penjuru Taiwan. Di Kinmen, terdapat sekitar 900 Pekerja Migran Indonesia, mayoritas bekerja sebagai perawat migran.
KDEI Gelar Dialog dengan PPI Kinmen dan Pelajar Indonesia di NQU
Pada Sabtu (28/3) KDEI Taipei juga melaksanakan pertemuan ramah tamah dan dialog bersama Ketua dan pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kinmen serta pelajar Indonesia di National Quemoy University (NQU). Pertemuan dihadiri oleh Kepala KDEI Taipei, Wakil Kepala KDEI Taipei, Kepala Bidang Pelindungan WNI dan Pensosbud, Kepala Bidang Imigrasi, Kepala Bidang Administrasi, serta home staff KDEI Taipei lainnya, tulis pernyataan tersebut.
Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang PWNI dan Pensosbud, Novrizal dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo. Dalam sambutannya Kepala KDEI antara lain menyampaikan bahwa Taiwan telah menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri, dengan jumlah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kepala KDEI Taipei juga menekankan pentingnya peran PPI Kinmen dalam mendukung upaya pelindungan WNI yang dilakukan KDEI Taipei khususnya pada segmen pelajar melalui Tim Pelindungan Pelajar Indonesia (TP3I), serta mengimbau para pelajar Indonesia di Kinmen agar tetap fokus pada studi, menaati peraturan yang berlaku, dan menjaga nama baik Indonesia.
Dalam ramah tamah dan dialog, dibahas berbagai aspek pelindungan WNI antara lain layanan publik KDEI Taipei, pentingnya Lapor Diri , serta imbauan kewaspadaan terhadap kasus-kasus yang marak di Taiwan, seperti penipuan, pencucian uang, dan kecelakaan lalu lintas, menurut pernyataan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, KDEI Taipei juga melakukan sosialisasi mengenai tata cara Lapor Diri WNI pada Portal Peduli WNI, serta hotline pengaduan dan konsultasi WNI dalam kondisi darurat. Para pelajar juga diimbau untuk dapat mengikuti berbagai informasi yang disampaikan KDEI Taipei untuk WNI di Taiwan melalui sosial media resmi KDEI Taipei.
Di Kinmen terdapat sekitar 200 pelajar Indonesia yang studi di NQU dan mayoritas menempuh pendidikan S1, tulis pernyataan KDEI.
Pesan Kepala KDEI Taipei
Dalam wawancaranya bersama CNA, Arif menambahkan secara keseluruhan bahwa PMI di Kinmen, baik yang perawat migran maupun nelayan, kebanyakan merasa nyaman bekerja di Kinmen, namun sangat jarang libur. Meski gaji mereka bisa utuh karena jarang libur dan sedikit hiburan.
“Kami berharap, PMI di Kinmen bisa diberikan waktu libur yang pasti karena PMI membutuhkan libur untuk me-recharge kesehatan mental dan fisiknya. Di sisi lain, para pelajar juga dapat fokus belajar dan mencari pengalaman kerja dengan paruh waktu di Kinmen,” ujarnya.
Arif pun berpesan untuk seluruh WNI agar bekerja atau belajar dengan baik, mematuhi aturan yang berlaku, waspada terhadap penipuan yang semakin marak terjadi, tidak mengkonsumsi alkohol jika akan berkendara, dan menjauhi narkoba.
“Perilaku dan perkataan kita di negeri orang adalah cerminan Indonesia di mata dunia. Tetaplah jaga komunikasi dengan keluarga untuk mendapatkan dukungan emosional yang dapat menguatkan kita hidup sebagai perantau,” pungkasnya.