Taipei, 8 Apr. (CNA) Taiwan hari Selasa (7/4) melaporkan kasus impor pertama penyakit Lyme tahun ini, yang melibatkan seorang wanita berusia 60-an yang terinfeksi di Swedia, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC).
Pasien tersebut, seorang warga Taiwan dari wilayah utara, telah tinggal di Swedia sejak 2024 dan melakukan aktivitas di hutan di mana ia digigit serangga, kata ahli epidemiologi CDC Lin Yung-ching (林詠青) dalam konferensi pers rutin.
Ia mengalami gejala termasuk ruam merah dan gatal pada 10 Maret dan didiagnosis menderita penyakit Lyme di rumah sakit setempat di Swedia, di mana ia menerima pengobatan antibiotik, kata Lin.
Setelah kembali ke Taiwan pada 17 Maret, ia kembali mencari perawatan medis pada 18 Maret dan 25 Maret karena gejala yang terus berlanjut. Infeksinya kemudian dikonfirmasi melalui pemeriksaan, dengan Swedia diidentifikasi sebagai tempat paparan.
Lin mengatakan penyakit Lyme tidak endemik di Taiwan, dan semua kasus yang tercatat sebelumnya merupakan hasil impor.
Penyakit ini ditularkan melalui gigitan kutu yang terinfeksi dan tidak menyebar dari orang ke orang, biasanya menyerang mereka yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
Gejala awal dapat menyerupai flu, sementara banyak pasien mengalami ruam khas yang meluas. Jika tidak diobati, komplikasi dapat muncul beberapa minggu atau bulan kemudian, memengaruhi sendi, jantung, atau sistem saraf.
Taiwan telah mencatat 21 kasus terkonfirmasi sejak penyakit Lyme diklasifikasikan sebagai penyakit menular wajib kategori IV pada 2007, semuanya impor, sebagian besar dari Amerika Serikat, kata CDC.
Di Taiwan, penyakit wajib lapor kategori IV adalah penyakit yang harus dilaporkan ke otoritas kesehatan tetapi umumnya memiliki risiko kesehatan masyarakat yang lebih rendah dan kecil kemungkinannya untuk menyebar dengan cepat.
Selesai/JC