Residivis Miaoli divonis 29 tahun atas serangan penikaman

08/04/2026 11:06(Diperbaharui 08/04/2026 11:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pengadilan Distrik Miaoli. (Sumber Foto : CNA, 7 April 2026)
Pengadilan Distrik Miaoli. (Sumber Foto : CNA, 7 April 2026)

Taipei, 8 Apr. (CNA) Pengadilan Distrik Miaoli pada hari Selasa (7/4) menjatuhkan hukuman penjara 29 tahun kepada seorang residivis karena melakukan serangan penusukan secara acak yang melukai dua siswi sekolah dasar dan seorang pria di Kota Miaoli pada Oktober 2025.

Hukuman tersebut dijatuhkan setelah pengadilan menemukan terdakwa, Chiu Ming-chih (邱明治), yang berusia akhir 40-an, bersalah atas percobaan pembunuhan terhadap anak di bawah umur, percobaan pembunuhan, dan mengemudi di bawah pengaruh narkoba, kata pernyataan pengadilan.

Hukuman berat ini dijatuhkan juga karena Chiu baru dibebaskan dari penjara enam bulan sebelum penikaman tersebut usai menjalani ganjaran atas vonis percobaan pembunuhan terkait kasus penusukan ganda pada 2015, kata pengadilan.

Putusan ini dapat diajukan banding.

Menurut pengadilan, Chiu mengonsumsi metamfetamin pada 2 Oktober pagi sebelum menempelkan pisau sepanjang 30 sentimeter ke tangan kirinya dan mengendarai skuter untuk mencari korban.

Ia menyerang seorang siswi sekolah dasar yang berjalan sendirian sekitar pukul 16.00 itu, dengan menusuk leher dan dadanya. Gadis itu berhasil melarikan diri ke toko serba ada terdekat dan meminta bantuan seorang pria.

Chiu mengejarnya dan menikam pria tersebut sebelum menargetkan siswi sekolah dasar lainnya, yang juga ia lukai di bagian dada, kata pengadilan.

Ketiga korban selamat setelah menerima perawatan darurat.

Mengutip vonis sebelumnya dan pembebasan Chiu yang baru-baru ini terjadi, pengadilan menemukan terdakwa memenuhi syarat sebagai residivis dan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman yang diperberat berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana karena ia menunjukkan niat jahat dan kurangnya rehabilitasi dalam melakukan pelanggaran tersebut.

Meskipun Chiu mengklaim ia bertindak secara impulsif karena masalah emosional dan penggunaan narkoba, pengadilan menemukan ia masih memiliki kesadaran dan kontrol yang cukup, berdasarkan kemampuannya bergerak dengan tujuan dan melawan penangkapan.

Oleh karena itu, pengadilan memutuskan bahwa ketentuan pengurangan hukuman tidak berlaku.

Pengadilan menambahkan bahwa serangan terhadap anak-anak dan pejalan kaki di ruang publik tersebut sangat kejam, melanggar hak korban atas hidup dan integritas tubuh, serta menimbulkan keresahan publik yang signifikan.

Namun, menanggapi putusan tersebut, istri korban pria mengatakan ia "sangat tidak puas" dan berencana meminta kejaksaan mengajukan banding.

Dalam wawancara telepon, ia mengatakan bahwa dirinya mengharapkan hukuman seumur hidup untuk Chiu, menambahkan bahwa vonis 29 tahun dapat memungkinkan Chiu dibebaskan dalam sekitar 14 setengah tahun -- sebuah kemungkinan yang menurutnya akan menimbulkan kekhawatiran publik.

Ia mengatakan suaminya mengalami luka tusuk dalam di bagian depan kanan dada dan punggung kiri bawah, serta hemopneumotoraks dan robekan pada diafragma dan hati.

Luka-luka tersebut sangat parah dan hampir merenggut nyawanya, katanya. Meskipun suaminya sebagian besar telah pulih, fungsi paru-parunya belum sepenuhnya kembali, dan ia masih terus batuk.

Ia menambahkan bahwa, mengingat kasus ini menjadi sorotan publik, hanya hukuman yang lebih berat yang akan menjadi pencegah efektif terhadap kejahatan serupa.

Sementara itu, seorang guru yang turun tangan melindungi anak kedua mengatakan ia menghormati proses peradilan, tetapi meminta pihak berwenang untuk memperkuat pemantauan terhadap mantan pelaku kejahatan guna mencegah insiden serupa.

Kantor Kejaksaan Distrik Miaoli mengatakan mereka akan memutuskan apakah akan mengajukan banding setelah menerima putusan tertulis.

(Oleh Kuan Jui-ping, Wu Kuan-hsien, dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.