Taipei, 2 Apr. (CNA) Kepolisian mengatakan mereka telah menerima laporan tentang penemuan kantong berisi ratusan peluru di pinggir jalanan Distrik Songshan, Taipei, yang setelah ditelusuri diketahui dibuang pekerja migran dari rumah pemberi kerja.
Kantor Polisi Songshan dalam rilis pers hari Kamis (2/4) mengatakan pihaknya pada 29 Maret menerima laporan dari warga yang menemukan sebuah kantong plastik di pinggir Jalan Fujin yang berisi benda yang diduga peluru, dan kemudian diserahkan kepada kepolisian.
Kepolisian melakukan pemeriksaan awal dan memperkirakan di dalam kantong tersebut terdapat 114 butir peluru senapan gentel. Barang bukti kemudian diamankan tim identifikasi sebelum dikirim ke Biro Investigasi Kriminal untuk diuji dan diverifikasi.
Selanjutnya, setelah meninjau rekaman kamera pengawas, polisi menemukan bahwa kantong tersebut dibuang seorang pengusaha pengangkut sampah bermarga Lee (李).
Saat Lee datang ke rumah seorang klien pria bermarga Liu (劉) untuk mengangkut sampah, ia menemukan kantong tersebut dan tidak mengetahui bagaimana cara menanganinya, sehingga membuangnya di pinggir jalan, menurut kepolisian.
Ketika memberikan keterangan ke kepolisian, Liu mengatakan kantong tersebut merupakan peninggalan dari anggota keluarga yang lebih tua dan ia tidak mengetahui isi di dalamnya.
Pekerja rumah tangga migran yang membantu membersihkan rumah keliru mengira barang tersebut adalah sampah dan membuangnya, menurut Liu.
Setelah pemeriksaan, kepolisian menyerahkan Liu dan Lee ke kejaksaan sesuai dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pengendalian Senjata Api, Amunisi, dan Senjata Tajam untuk diselidiki lebih lanjut.
Kantor Polisi Songshan mengimbau masyarakat bahwa jika menemukan benda yang diduga senjata api atau amunisi, sebaiknya segera melapor kepada polisi untuk ditangani di tempat, dan jangan sembarangan membuang atau menyentuhnya guna menghindari pelanggaran hukum atau bahaya.
(Oleh Tammy Huang dan Jason Cahyadi)
Selesai/