Taipei, 31 Mar. (CNA) Dua rangkaian kereta bertabrakan dalam pekerjaan penyusunan rangkaian di jalur masuk depo Stasiun Qidu pada Senin (30/3) malam, menyebabkan seorang pekerja terluka karena terjatuh, kata Taiwan Railway Corp. (TRC).
TRC menjelaskan bahwa pada pukul 21.20, saat pergerakan dan penyusunan rangkaian pada jalur masuk depo, terjadi insiden bersenggolan yang mengakibatkan serangkaian kereta listrik EMU920 mengalami anjlok pada gerbong keenam hingga kesepuluh, serta satu petugas langsir terjatuh dan terluka.
Departemen Pemadam Kebakaran Kota Keelung mengatakan bahwa setelah menerima laporan pada pukul 21.27, mereka segera mengirim satu kendaraan dan dua personel untuk melakukan pertolongan.
Korban, pria bermarga Huang (黃) (41) ditemukan dalam keadaan sadar dan terduduk di kabin masinis dengan keluhan nyeri pada bagian bokong kiri, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, kata departemen tersebut.
TRC menyatakan bahwa berdasarkan diagnosis dokter, Huang mengalami cedera otot dan setelah penanganan awal ia telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan kembali ke stasiun.
Setelah insiden, kata perusahaan, mereka segera membentuk kelompok respons darurat untuk menangani tindak lanjut, dan penyebab rinci masih dalam penyelidikan Departemen Keselamatan Operasi TRC.
Sementara itu, Biro Perkeretaapian melalui pernyataan tertulis menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari TRC pada pukul 21.49, mereka segera mengirim tim ke depo Qidu guna mengumpulkan bukti dan mewawancarai pihak terkait sepanjang malam.
Penyelidikan awal menemukan bahwa setelah petugas memberi instruksi ke masinis untuk melakukan "operasi dorong" guna menyambungkan rangkaian lain, terjadi benturan dengan rangkaian yang akan disambungkan hingga mengakibatkan anjlok, menurut biro tersebut.
Terkait penyebab sebenarnya dari kecelakaan ini, kata biro tersebut, mereka telah meminta TRC untuk menyediakan rekaman komunikasi radio, rekaman video, sistem pemantauan kontrol kereta, serta data terkait lainnya untuk penyelidikan mendalam.
Dewan Keamanan Transportasi Taiwan menyatakan mereka telah mengirim personel ke lokasi untuk meninjau dan mengumpulkan data.
Selanjutnya akan dievaluasi apakah kasus ini memenuhi kriteria untuk dibuka sebagai penyelidikan resmi, dan keputusan diperkirakan dapat diambil setelah menerima laporan dari petugas di lapangan pada Selasa sore, kata dewan tersebut.
Sementara itu, Taiwan Railway Union menyatakan bahwa setelah TRC, yang dulunya berada di bawah pemerintah sebagai Direktorat Jenderal Kereta Api (TRA), berubah menjadi korporasi, kecelakaan sering terjadi dan insiden dalam penyusunan rangkaian kereta telah menjadi hal yang umum.
TRC yang mengusung "reformasi keselamatan" sebagai bagian dari transformasi perusahaan hingga kini hanya berulang kali mengajukan evaluasi prosedur operasi standar dan menjatuhkan sanksi yang lebih berat, kata serikat, yang menyebutnya tidak efektif dan nihil solusi nyata.
Sekretaris Jenderal Taiwan Railway Union, Chu Chih-yu (朱智宇) mengatakan kepada wartawan bahwa TRC ingin mengganti kereta baru, tetapi proses penggantian itu mengharuskan pemeriksaan kereta lama, yang akhirnya masih diletakkan di depo penyusunan rangkaian.
Chu pun menyarankan agar kereta-kereta lama itu dipindahkan terlebih dahulu ke tempat penyimpanan kereta tidak terpakai sehingga petugas memiliki lebih banyak ruang untuk bekerja.
(Oleh Wang Chao-yu, Huang Chiao-wen, Elly Wu, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF