Taipei, 30 Mar. (CNA) Direktorat Jenderal Keamanan Siber (ACS) Taiwan baru-baru ini merilis daftar sembilan situs web yang menyamar sebagai halaman resmi aplikasi media sosial LINE, memperingatkan kemungkinan peretasan dan pelanggaran data saat mengunjungi dan mengunduh perangkat lunak dari situs-situs tersebut.
ACS di bawah Kementerian Urusan Digital (MODA) Taiwan mengatakan mereka telah menemukan beberapa kasus orang yang mencoba mengunduh versi desktop LINE terjebak dalam perangkap pencurian data.
ACS menyatakan LINE kemungkinan dipilih pelaku ancaman karena popularitasnya sebagai aplikasi komunikasi pilihan di Taiwan, menambahkan bahwa serangan siber yang menggunakan merek tersebut menunjukkan tanda-tanda semakin terorganisasi.
Serangan semacam itu tidak hanya sering terjadi, tetapi juga semakin canggih, katanya.
Menurut ACS, sebagian besar kasus terjadi ketika korban diarahkan untuk mengunjungi situs LINE palsu saat mencoba mengunduh perangkat lunak versi desktop LINE.
Pengguna diarahkan ke situs berbahaya tersebut melalui iklan berbayar dan manipulasi optimasi mesin pencari, di mana mesin pencari pengguna dimanipulasi untuk memprioritaskan situs web yang menipu, kata ACS.
Terkait LINE, ACS mengatakan pelaku ancaman membuat situs yang melibatkan kata LINE dalam alamat situs untuk membuat korban sulit meragukannya.
Selain itu, pelaku ancaman juga menggunakan kata kunci seperti "edisi terbaru" atau bahkan berpura-pura menawarkan stiker emoji gratis untuk menipu pengguna.
Menurut ACS, setelah versi palsu aplikasi desktop LINE diunduh ke komputer, korban bisa mengalami layar yang membeku, atau komputer mereka diretas dan perangkat lunak dimanipulasi hingga tombol pada papan ketik dapat mengaktifkan kamera, atau bahkan mengakibatkan kendali perangkat diserahkan kepada peretas.
Selanjutnya, korban bisa kehilangan informasi pribadi mereka, seperti kata sandi, yang dicuri.
Untuk mencegah pencurian data semacam itu, ACS mengatakan masyarakat umum sebaiknya hanya mengunduh aplikasi dari situs resmi atau toko aplikasi ponsel mereka, seperti App Store milik Apple.
Selain itu, ditjen tersebut mengatakan aplikasi resmi tidak akan meminta pengguna untuk mengakses tautan melalui surel atau obrolan.
Terkait LINE, ACS menambahkan bahwa jika ada keraguan tentang keaslian, pengguna sebaiknya memeriksa aplikasi tersebut di perangkat pintar mereka untuk melihat apakah ada log masuk yang mencurigakan.
Saat ini, ACS telah merilis sembilan situs berbahaya berikut yang menyamar sebagai situs LINE: linekr.com, line-china.com, line-tw.com, line-zhcn.com, line-ios.com, linecl.com, linerm.com, lineoe.com, dan line-tww.com
ACS mengimbau masyarakat untuk melaporkan situs palsu apa pun ke halaman pelaporan situs penipuan MODA atau saluran siaga pelaporan penipuan 165 milik Direktorat Jenderal Kepolisian Nasional.
Selesai/JC