Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP15

16/03/2026 17:41(Diperbaharui 16/03/2026 18:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi ke-15:

Tionghoa perantau Indonesia gelar pertemuan di New Taipei

Indonesia Overseas Chinese Association atau IOCA menggelar Pertemuan Tahunan Anggota sekaligus Perayaan Imlek di New Taipei, pada 14 Maret.

Sekitar 300 orang dari komunitas Tionghoa perantau Indonesia di Taiwan bertemu di Distrik Yonghe, New Taipei, pada 14 Maret, menjalin silaturahmi sembari makan serta menyaksikan penyerahan beasiswa dan berbagai penampilan, dari musik angklung hingga tari modern.

Sekretaris Jenderal IOCA, Annie Chin mengatakan organisasinya tahun ini memberikan beasiswa masing-masing NT$10.000 kepada total 35 pelajar Tionghoa perantau.

Ketua IOCA Chen Liang-kuang mengatakan ia berharap semakin banyak pelajar Indonesia yang melanjutkan studi ke Taiwan, yang memiliki perkembangan pesat di bidang teknologi tinggi.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistyo menyebut IOCA dapat menjadi "tulang punggung" dan jembatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Taiwan, sekaligus membantu mempromosikan budaya kedua pihak.

Dari KAA ke Gerakan Taiwan dalam bingkai cetak saring

Kolektif seni visual asal Jakarta, Cut and Rescue menggelar lokakarya cetak saring di Taipei pada 15 Maret, menjadi rangkaian acara dari proyek penelitian "Bandung Fantasized" tentang gerakan Taiwan di luar negeri dan Konferensi Asia Afrika, KAA di Bandung pada 1955.

Dalam lokakarya di Open Contemporary Art Center Taipei, Cut and Rescue asal Jakarta membawa tiga cetakan yang berisi sejumlah gambar karya mereka yang diambil dan disarikan dari sejumlah arsip yang mereka dapat terkait KAA tahun 1955.

Menurut Rikey Tēn, peneliti dan kritikus seni asal Taiwan yang memprakarsai penelitian, KAA jadi fokus karena merupakan momen penting bagi negara-negara Asia dan Afrika yang saat itu baru merdeka.

Hubungannya dengan Taiwan adalah asumsi bahwa Chen Chih-hsiung, salah satu aktivis kemerdekaan Taiwan, pernah di Bandung terkait dengan KAA.

Tēn sendiri terkesan dengan lokakarya ini. Seniman Cut and Rescue Syaiful Ardianto menyebut lokakarya ini dibuat dinamis, sehingga semua orang yang hadir bisa aktif berpartisipasi dan bereksperimen.

PMI tewas dalam tabrakan mobil di Nantou

Tabrakan antara mobil van dan pikap di sebuah persimpangan di Kabupaten Nantou pada 15 Maret telah menyebabkan seorang pekerja migran Indonesia tewas, sementara tujuh orang lainnya terluka.

Di sebuah persimpangan di Kelurahan Caotun, Nantou pada 15 Maret, sebuah van yang dikemudikan seorang pria Taiwan dan membawa lima PMI bertabrakan dengan mobil pikap, hingga berimbas pada sebuah mobil penumpang lainnya.

Tim penyelamat menemukan seorang PMI sudah tidak menunjukkan tanda kehidupannya, dan kemudian dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit. Tujuh orang lainnya juga dibawa ke rumah sakit karena terluka.

Kepolisian sedang menyelidiki penyebab kecelakaan.

Lokasi salat Idul Fitri 1447 H di Taiwan

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama, PCINU Taiwan pada 13 Maret mengumumkan sejumlah lokasi salat Idul Fitri 1447 Hijriah, yang mereka prediksi jatuh pada 21 Maret mendatang.

Awal Syawal 1447 Hijriah tinggal menghitung hari, PCINU Taiwan pun mengumumkan sejumlah lokasi salat Idul Fitri.

Di Taipei, salat akan digelar di National Doctor Sun Yat-sen Memorial Hall.
Salat di New Taipei akan dilaksanakan di Distrik Sanxia, sementara untuk Kota Keelung di Keelung Transit Station.

Di Taoyuan, salat akan digelar di Pasar Malam Nankam, Mushola PMI Al-Amin, Mushola Al Ikhlas, Mushola Al Barokah, Masjid At-Taqwa, dan Masjid An-Nur.

PCINU mengimbau publik untuk terus memantau informasi dari mereka guna mengetahui lokasi salat terdekat di daerah masing-masing.

PCINU mengatakan mereka memprediksi Idul Fitri akan jatuh pada 21 Maret, tetapi pengumuman resminya masih perlu menunggu laporan rukyatulhilal.

Pekerja migran Taiwan ucapkan selamat Hari Perempuan

Sejumlah kelompok pekerja migran di Taiwan telah menyampaikan ucapan selamat Hari Perempuan Internasional, dengan disertai seruan perjuangan.

Hari Perempuan Internasional jatuh pada 8 Maret, tanggal di mana buruh perempuan di Rusia pada tahun 1917 melancarkan demonstrasi yang memicu revolusi.

Menyambut peringatan ini, Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan, SBIPT, pada 8 Maret menyampaikan ucapannya, dengan mencatat bahwa PRT migran di Taiwan masih menghadapi ketidakadilan karena belum dilindungi Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan.

SBIPT pun mengajak seluruh PMI untuk tetap kuat, bersatu dan terus berjuang bersama.
Sementara itu, GANAS COMMUNITY pada 10 Maret juga menyampaikan ucapannya, dengan mengatakan perjuangan PRT migran di Taiwan masih jauh dari kata selesai.

Menurut GANAS, tidak dilindunginya PRT migran oleh Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan mencerminkan ketidakadilan struktural terhadap pekerja perempuan migran yang berkontribusi besar dalam sektor perawatan dan pekerjaan domestik.

(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.