Taipei, 26 Apr. (CNA) Pengguna aplikasi navigasi Tiongkok "AMap" berisiko membocorkan lokasi waktu nyata dan jejak digital mereka ke server di Tiongkok, kata seorang pejabat keamanan informasi Taiwan baru-baru ini.
Aplikasi ini baru-baru ini menarik perhatian di Taiwan karena kemampuannya menampilkan hitung mundur lampu lalu lintas secara akurat dan waktu nyata.
Tsai Fu-longe (蔡福隆), Direktur Jenderal Keamanan Siber Taiwan, mengatakan bahwa penggunaan aplikasi ini sudah dilarang di instansi pemerintah berdasarkan Undang-Undang Manajemen Keamanan Siber.
Kemampuan aplikasi untuk menampilkan hitung mundur lampu lalu lintas dicapai melalui deteksi pergerakan lalu lintas secara waktu nyata, menggunakan data geografis yang disediakan oleh HERE Technologies yang berbasis di Belanda, kata Tsai.
Tsai menambahkan bahwa aplikasi ini belum banyak digunakan di Taiwan, dan mayoritas penggunanya kemungkinan adalah pebisnis yang sering bepergian antara Taiwan dan Tiongkok, serta orang-orang yang berencana mengunjungi Tiongkok.
Mengutip Undang-Undang Intelijen Nasional dan Undang-Undang Keamanan Siber Tiongkok, Tsai mengatakan bahwa semua warga negara Tiongkok harus bekerja sama dengan pekerjaan intelijen pemerintah, termasuk mengakses dan menggunakan data pribadi yang sensitif.
"Kami ingin mengingatkan warga di Taiwan untuk tidak menggunakan AMap, karena lokasi, jejak digital, dan data sensitif lainnya dapat bocor," kata Tsai.
Chen akan meminta Institut Nasional Keamanan Siber untuk melakukan pengujian terhadap aplikasi tersebut guna mengidentifikasi risiko keamanan informasi, hasilnya akan diumumkan pada konferensi pers di bulan Mei.
Selesai/ML