Taipei, 28 Apr. (CNA) BTN FC, klub futsal yang beranggotakan mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, mengamankan satu poin di liga profesional Taiwan Formosa Futsal One (FF1), setelah seri dengan Taoyuan FC pada Sabtu (25/4) dan kalah melawan Taichung Dali Wolves hari Minggu.
Baca juga: Klub futsal diaspora Indonesia debut di liga profesional Taiwan
Dalam pertandingan kontra Taoyuan FC yang berlangsung di Puzih Gymnasium Kabupaten Chiayi pada pekan ketiga FF1 setelah laga terakhirnya di pekan pertama liga tersebut pada 21 dan 22 Maret silam, BTN FC sempat memimpin 3-0 sebelum akhirnya ditahan imbang 3-3.
BTN FC bermain menekan dan menyerang dalam tempo cepat, hingga berhasil mencetak gol di menit pertama melalui tendangan voli Muhammad Zulvikar Fernanda Faiz dari bola liar hasil blokir pemain Taoyuan FC.
Gol kedua dicetak Ravil Kalsah, yang sebelumnya mencatatkan hat-trick saat melawan Taichung Traveler Futsal Club. Giringannya melintasi penjagaan lawan dan berhasil menemukan ruang kosong untuk melesatkan bola.
Masih di babak pertama, BTN FC kembali menambah pundi gol ketika bidikan sentuhan pertama Alexander Dwi Constant Gea, yang menyambut umpan Lalu Januarta Pratama, berhasil merobek jala.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan terus bertahan tinggi dengan jual beli serangan. Meskipun BTN FC mencatatkan sejumlah peluang, Taoyuan FC berhasil mencetak tiga gol dan menyamakan kedudukan.
Sementara itu, berhadapan dengan Taichung Dali Wolves, BTN FC terlebih dahulu tertinggal dua angka, sebelum Pratama berhasil mencetak gol melalui umpan Anton Ali Saputra dari sisi kanan gawang.
Pratama kemudian menyamakan kedudukan dengan memantulkan tendangan keras Ali dari luar area penalti. Namun, babak pertama ditutup setelah Taichung Dali Wolves kembali mencetak dua gol.
Dalam dua menit pertama babak kedua, bola yang diolah Ali bersarang ke gawang Taichung Dali Wolves setelah ia berhasil unggul dalam duel satu lawan satu dengan kiper lawan.
Sempat kembali kebobolan, BTN FC kemudian memperkecil ketertinggalan saat Alexander berhasil mengonversi umpan dari tendangan ke dalam menjadi gol. Skor 4-5 bertahan hingga waktu habis.
Kepada CNA, Wakil Pemimpin BTN FC Yosua Tatak Wibawa pada Selasa mengatakan menurutnya tim sudah bermain dengan sangat bagus, "Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada kita, karena banyak peluang yang tercipta dan tidak menghasilkan gol."
Di pertandingan melawan Taichung Dali Wolves sendiri, kata Yosua, "Kami bisa lebih sedikit tenang dan mencetak gol dengan hasil skema yang bagus. Saya rasa hanya kurang beruntung saja."
Terkait evaluasi, pria lulusan Taiwan yang kini telah bekerja itu menyoroti pertahanan dan penyelesaian tim, yang ke depannya akan difokuskan dalam latihan.
"Harapannya bisa meraih poin penuh di laga ke depannya. Karena saya masih sangat percaya kualitas individual para pemain sangat bagus. Jadi percaya ke depannya dapat poin maksimal," ujarnya.
Sementara itu, Zulvikar, pekerja migran Indonesia yang mengemban ban kapten, mengatakan permainan tim di dua pertandingan ini sudah sangat bagus, dengan banyak materi yang disiapkan ketika latihan berhasil diterapkan saat berlaga.
Meskipun tim "hanya bermodal latihan setiap satu minggu sekali", kata Zulvikar kepada CNA, "Saya sangat bangga dengan teman-teman karena kita sudah sangat kompak dan bisa mengimbangi permainan mereka (lawan)."
Hasil seri dan kalah ini, menurutnya, menjadi tanda agar tim berusaha lebih keras agar mendapat hasil yang maksimal. "Banyak hal yang perlu kita benahi lagi seperti pertahanan, serangan balik, penyelesaian, dan yang paling utama adalah stamina."
Zulvikar mengatakan ia berharap agar tim tidak bermalas-malasan untuk berlatih, "Karena dari latihan pemain-pemain hebat tercipta." Ia pun mengajak rekan-rekannya untuk membuktikan semangat juang mereka agar bisa mencapai hasil yang lebih maksimal.
Menurut akun media sosial FF1, laga selanjutnya BTN FC dijadwalkan akan berlangsung di NTSU Arena, Taoyuan pada 2 dan 3 Mei, masing-masing melawan Hsinchu Future Village Universe dan Pingtung Morning Kitchen FC.
Selesai/ja