Taipei, 12 Mar. (CNA) Seorang pria warga negara Australia hari Rabu (11/3) memberikan kesaksian dalam persidangan dugaan percobaan pembunuhan terhadapnya, setelah dua tahun lalu sakit parah usai menelan racun tikus yang diduga diberikan kekasihnya, seorang wanita Taiwan.
Korban, Alex Shorey, adalah seorang mahasiswa pertukaran berusia 24 tahun di Taiwan pada 2023, ketika ia diduga diracuni dengan rodentisida "superwarfarin" beberapa pekan sebelum ia dijadwalkan pulang ke Australia.
Setelah dirawat di ruang perawatan intensif, Shorey meninggalkan Taiwan dengan penerbangan evakuasi medis, sementara pasangannya, seorang wanita berusia 40-an akhir bermarga Yang (楊), dituntut atas dugaan percobaan pembunuhan pada Desember 2024.
Saat memberikan kesaksian di persidangan di Pengadilan Distrik Taipei pada Rabu, Shorey mengatakan ia dan Yang awalnya memiliki hubungan yang baik.
Pada saat itu, kata Shorey, Yang mengatakan ingin menjalani hubungan terbuka, yang ia kira dikarenakan sang pasangan merindukan suaminya yang baru saja meninggal dalam keadaan misterius.
Penyelidikan atas kematian suami Yang pada Desember 2022, seorang warga negara Inggris, setelah didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih, dihentikan kejaksaan pada Januari karena kurangnya bukti.
Menurut Shorey, Yang kemudian mengambil paspornya, sehingga ia tidak bisa menarik uang yang dikirim keluarganya, dan membuat sang pasangan lebih mengontrol kehidupan sehari-harinya.
Shorey mengatakan ia telah memberi tahu Yang pada Maret 2023 bahwa ia berencana kembali ke Australia pada bulan April.
Hanya dua hari kemudian, ia sakit parah dengan mimisan, muntah, dan urine berdarah setelah meminum segelas jus anggur yang diberikan Yang, yang ia ingat memiliki rasa aneh.
Di rumah sakit, kata Shorey, Yang memotong komunikasi dokter ketika mencoba berbicara dengannya dalam bahasa Inggris, bersikeras untuk menggunakan bahasa Mandarin dan memintanya untuk menerjemahkan.
Setelah keluar dari rumah sakit, kata Shorey, ia tetap tinggal bersama Yang karena kesehatannya masih buruk. Pada awal April, ayahnya, seorang dokter, terbang ke Taiwan untuk menemaninya selama masa pemulihan.
Pada 17 April, kata Shorey, ia dilarikan ke rumah sakit setelah tidak bisa bangun dari tempat tidur usai diberikan minuman cincau oleh Yang sehari sebelumnya, dan akhirnya dirawat di ruang perawatan intensif.
Menurut kejaksaan, ibu Shorey menemukan wadah kosong rodentisida di lemari di kediaman Yang saat mengemasi barang-barang putranya pada 1 Mei. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan dokter kepadanya sebagai kemungkinan penyebab penyakitnya setelah rawat inap pertama.
Shorey akhirnya meninggalkan Taiwan dengan penerbangan evakuasi medis pada 3 Mei 2023.
Dalam tuntutannya, kejaksaan meminta hukuman penjara setidaknya delapan tahun untuk Yang.
Selesai/IF