Taipei, 10 Mar. (CNA) Pendaftaran untuk "Lomba Tari Imigran Baru" kesebelas resmi dibuka pada 9 hingga 31 Maret, mengundang para imigran baru di Taiwan menampilkan pesona budaya kampung halaman mereka, kata Kementerian Pendidikan (MOE).
Lewat siaran pers pada Senin (9/3), MOE menyatakan bahwa kompetisi tari ini, yang telah digelar sejak 2016 dan kini memasuki tahun kesebelasnya, telah menarik total 662 tim dengan lebih dari 4.000 peserta.
MOE mengatakan mereka berharap para peserta dapat mengenakan busana khas negara masing-masing, memadukan tarian tradisional dengan musik lokal untuk menunjukkan kekayaan budaya asal mereka, sehingga kompetisi ini dapat menjadi jembatan pertukaran budaya.
Kementerian menekankan bahwa imigran baru telah menjadi bagian penting dari masyarakat Taiwan. Melalui ajang ini, kata MOE, pemerintah ingin mendorong para imigran dan anak-anak mereka untuk menunjukkan kepercayaan diri terhadap budaya sendiri, menginterpretasikan kisah-kisah adat melalui gerak tari, dan memamerkan hasil pertukaran lintas budaya yang mempromosikan saling pengertian dan rasa hormat.
Selain kompetisi, tim-tim terbaik dari ajang ini juga akan diundang untuk berpartisipasi dalam berbagai acara publik, seperti Pameran Pendidikan Kebijakan Baru ke Arah Selatan, parade Hari Migran, hingga pertunjukan flash mob, menurut MOE.
Langkah ini, kata kementerian, bertujuan untuk membawa tarian mancanegara ke ruang publik dan mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama merasakan pesona budaya imigran baru yang memikat.
(Oleh Hsu Chi-wei dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC