Bayi laki-laki 3 bulan jadi kasus flu berat termuda Taiwan musim ini

25/02/2026 09:05(Diperbaharui 25/02/2026 09:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Lo Yi-chun (kiri) dan ahli epidemiologi Lin Yung-ching pada konferensi pers Selasa di Taipei. (Sumber Foto : CNA, 24 Februari 2026)
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Lo Yi-chun (kiri) dan ahli epidemiologi Lin Yung-ching pada konferensi pers Selasa di Taipei. (Sumber Foto : CNA, 24 Februari 2026)

Taipei, 24 Feb. (CNA) Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan menjadi kasus flu berat termuda pada musim flu di Taiwan saat ini setelah ia tertular influenza B dan mengalami pneumonia bakteri, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) hari Selasa (24/2).

Dalam jumpa pers mingguan, Lee Chia-lin (李佳琳), wakil direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, menyampaikan bahwa selama periode libur Imlek (15-21 Februari), tercatat sebanyak 58.075 kunjungan rawat jalan dan darurat untuk gejala mirip flu.

Selain itu, antara tanggal 14 hingga 22 Februari, terdapat tambahan lima kasus baru influenza dengan komplikasi berat dan dua kasus kematian, kata Lee.

Salah satu kasus berat baru tersebut adalah bayi laki-laki berusia 3 bulan di Taiwan utara, kata Lin Yung-ching (林詠青), dokter epidemiologi CDC.

Bayi tersebut, yang lahir prematur dan usianya masih terlalu muda untuk menerima vaksinasi flu, pada awal Februari mulai menunjukkan gejala demam yang tidak kunjung membaik, kata Lin.

Pada hari keempat sakitnya di awal Februari, aktivitas dan nafsu makan bayi tersebut menurun drastis, dan hasil rontgen dada menunjukkan adanya pneumonia, kata Lin.

Ia didiagnosis menderita bronkiolitis akut dan segera dirawat di instalasi gawat darurat untuk mendapatkan bantuan oksigen serta antibiotik, kata Lin.

Setelah dipastikan terinfeksi influenza B dan ditemukan adanya infeksi bakteri dalam dahaknya, tim medis menyimpulkan kasus ini sebagai komplikasi pneumonia bakteri akibat flu B, lanjut Lin.

Kondisi bayi tersebut dinyatakan stabil pada hari ketujuh perawatan dan ia telah dipindahkan ke ruang bangsal umum sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada pertengahan Februari setelah total sepuluh hari dirawat, ujar Lin.

Juru bicara CDC, Lin Ming-cheng (林明誠), mengatakan bahwa proporsi kunjungan darurat akibat flu mencapai 12,1 persen selama periode liburan Imlek, tetapi angkanya segera turun.

Oleh karena itu, ucapnya, diperkirakan tidak akan terjadi ledakan epidemi, sehingga kebijakan perluasan penggunaan obat antivirus flu bersubsidi akan berakhir pada 28 Februari mendatang.

Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞), menganalisis bahwa berdasarkan tren satu hingga dua pekan terakhir, influenza B diperkirakan akan melampaui dominasi influenza A pada bulan Maret.

Gelombang kecil diperkirakan akan terjadi di musim semi dengan puncak kunjungan mingguan mencapai 110.000 orang, tetapi mengingat tiga tipe utama flu telah menyebar musim ini, kemungkinan terjadinya epidemi di musim panas tahun ini dinilai cukup rendah, ujar Lo.

(Oleh Tseng Yi-ning dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.