Taipei, 26 Feb. (CNA) Pemerintah Kota Taipei meluncurkan program percontohan untuk menyubsidi badan usaha yang mengurangi jam kerja harian satu jam bagi orang tua dengan anak berusia 12 tahun ke bawah yang memenuhi persyaratan, tanpa mengurangi gaji, kata pejabat pada Rabu (25/2).
Mengumumkan program tersebut dalam rapat pemerintah kota, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan bahwa inisiatif yang pertama kali dilakukan ini mencerminkan komitmen yang jelas untuk membangun budaya yang mendukung keluarga pekerja.
Mulai 1 Maret hingga 31 Oktober, bisnis yang terdaftar di Taipei berhak mendapatkan subsidi hingga NT$100.000 (Rp53,6 juta) untuk mendukung program ini, terlepas dari kapan atau berapa lama perusahaan menerapkan pengurangan jam kerja selama masa percobaan, kata Yang Pei-yu (楊倍瑜), pejabat dari Departemen Ketenagakerjaan kota, kepada CNA.
Ia mengatakan pemerintah kota telah mengalokasikan NT$5,5 juta untuk program percontohan selama delapan bulan, yang diperkirakan akan mencakup 55 perusahaan, tetapi menambahkan bahwa perbedaan tingkat upah membuat sulit untuk memperkirakan secara pasti berapa banyak pekerja yang akan mendapat manfaat.
Bisnis yang berpartisipasi harus menerapkan kebijakan ini setidaknya sepuluh hari per bulan selama periode tiga bulan tanpa mengurangi gaji karyawan, dengan pemerintah kota menyubsidi 80 persen upah untuk jam kerja yang dikurangi -- dibatasi hingga NT$15.000 per orang -- menurut siaran pers Departemen Ketenagakerjaan.
Untuk memenuhi syarat program ini, pegawai harus terdaftar sebagai penduduk Taipei dengan anak berusia 12 tahun ke bawah yang diasuh pengasuh rumahan berlisensi atau pusat penitipan anak, atau terdaftar di sekolah dasar, dan harus secara pribadi mengantar atau menjemput anak selama satu jam pengurangan jam kerja, menurut rilis pers.
Pengurangan satu jam ini dapat diterapkan baik sebagai keterlambatan mulai kerja atau pulang lebih awal, menurut siaran pers tersebut.
Chiang menekankan program ini bertujuan untuk memperkuat kohesi di tempat kerja dan retensi talenta melalui kemitraan antara pemerintah kota dan sektor swasta, membantu perusahaan lebih baik mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke dalam operasional mereka.
"Program ini tidak dimaksudkan untuk membebani bisnis," kata Chiang, seraya menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan Departemen Ketenagakerjaan untuk secara aktif berkomunikasi dengan berbagai industri guna memastikan bisnis memahami bahwa inisiatif ini adalah investasi jangka panjang dalam talenta.
Ketika ditanya CNA, Yang mencatat bahwa inisiatif ini hanya menargetkan bisnis swasta, sehingga Pemerintah Kota Taipei dan lembaga pemerintah lainnya tidak termasuk dalam subsidi.
Selesai/JC