Taipei, 24 Feb. (CNA) Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia di kapal perikanan laut jauh Taiwan baru-baru ini dievakuasi ratusan mil laut ke Kabupaten Pingtung setelah ia pingsan saat bekerja, kata Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA).
Cabang Armada CGA dalam sebuah rilis pers Jumat (20/2) lalu mengatakan mereka pada Selasa malam menerima laporan bahwa seorang ABK Indonesia tiba-tiba pingsan di sebuah kapal penangkap ikan tuna yang terdaftar di Liuqiu, yang sedang beroperasi di perairan 528 mil laut sebelah tenggara Donggang, Pingtung.
Setelah dilakukan penilaian jarak jauh oleh dokter, ia dinyatakan memerlukan penanganan medis segera, sehingga pihak kapal meminta bantuan kepada CGA, menurut rilis pers tersebut.
CGA kemudian mengerahkan kapal patroli mereka untuk melakukan penanganan, di mana kedua pihak berlayar dengan pola saling mendekat, sehingga secara bersamaan memperpendek jarak guna mempercepat waktu pertemuan, kata mereka.
Kedua kapal bertemu pada sekitar pukul 09.00 hari Kamis di perairan 187 mil laut sebelah tenggara Eluanbi, titik paling selatan Taiwan. Namun, karena kondisi laut di lokasi buruk yang disertai angin kencang, demi keselamatan personel, pemindahan pasien belum dapat dilakukan, menurut CGA.
Kapal patroli CGA kemudian melakukan pengawalan menuju perairan yang lebih tenang sebelum melaksanakan evakuasi, kata ditjen tersebut.
Setelah kondisi laut berangsur stabil, kapal CGA pada sekitar pukul 14.00 hari Kamis menurunkan sekoci, dan berhasil memindahkan pasien, lalu segera berlayar kembali menuju perairan Pingtung, kata mereka.
Untuk meningkatkan efisiensi penyelamatan, CGA pada sekitar pukul 03.00 hari Jumat kembali memindahkan pasien ke kapal patroli mereka lainnya yang lebih cepat, kata ditjen tersebut.
Pasien kembali ke Pelabuhan Perikanan Houbihu di Pingtung, dan dipindahkan kepada ambulans untuk dilarikan ke Hengchun Tourism Hospital guna mendapatkan perawatan medis, kata CGA.
CGA mengimbau kapal penangkap ikan yang mengalami keadaan darurat saat beroperasi di laut untuk segera menghubungi saluran siaga mereka di nomor 118.
Setelah menerima laporan, kata CGA, mereka akan segera memadukan sumber daya laut dan udara untuk memberikan bantuan, demi menjaga keselamatan jiwa di laut secara maksimal.
Selesai/IF