Taichung, 10 Feb. (CNA) Seorang pegawai minimarket di Taichung berhasil menahan pengiriman dua kartu ATM milik seorang wanita lansia yang dicurgai telah menjadi korban penipuan, dengan melapor ke kepolisian yang kemudian mengirim petugasnya ke lokasi, kata pihak berwenang pada Selasa (10/2).
Kantor Polisi II Kota Taichung mengatakan bahwa pegawai minimarket di Jalan Shuangshi Bagian 2, Distrik Utara tersebut pada 3 Februari sore melaporkan bahwa ada seorang wanita yang hendak mengirimkan paket berisi dua kartu ATM dengan informasi tujuan yang tidak wajar, yang diduga kuat merupakan upaya penipuan.
Saat polisi tiba, wanita tersebut mengaku bahwa ia sebelumnya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai kantor catatan sipil, dan mengklaim bahwa dokumen identitas milik calon korban tersebut telah digunakan oleh orang lain, kata pihak berwenang.
Saat wanita berusia 70-an tahun itu membantah hal tersebut, akunya, penipu berdalih akan membantu meneruskan laporan kasus ini ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, menurut pihak berwenang.
Calon korban kemudian menerima telepon dari polisi gadungan yang memintanya untuk berkomunikasi melalui aplikasi LINE, tutur kepolisian.
Lebih lanjut, terduga penipu tersebut menginstruksikan korban untuk mengirimkan dua buah kartu ATM miliknya ke lokasi tertentu dengan dalih "bekerja sama dalam penyelidikan", kata kepolisian.
Polisi yang tiba di lokasi menjelaskan kepada korban bahwa ini adalah modus penipuan klasik yang menggabungkan "pegawai negeri palsu, polisi gadungan, komunikasi melalui LINE, serta pengiriman kartu ATM".
Setelah mendapatkan penjelasan bahwa ini adalah pola penipuan yang umum terjadi tetapi terus dimodifikasi oleh pelaku, kata pihak berwenang, wanita tersebut menyadari dirinya telah ditipu dan segera membatalkan pengirimannya, sehingga rekeningnya tetap aman dari ancaman pidana akun perantara.
(Oleh Hao Hsueh-ching dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC