Taipei, 10 Feb. (CNA) Tingkat radiasi yang meningkat, yang terdeteksi di fasilitas insinerasi limbah di Kabupaten Nantou akhir pekan lalu, kemungkinan disebabkan oleh popok yang digunakan pasien yang menjalani terapi radionuklida, dan tidak membahayakan masyarakat, kata Komisi Keselamatan Nuklir pada Senin (9/2).
Menurut laporan media, tingkat radiasi yang meningkat terdeteksi di dua truk sampah yang mengangkut sampah dari Kelurahan Puli, Nantou ke pabrik insinerasi limbah di luar kabupaten pada akhir pekan lalu, sehingga fasilitas tersebut menolak layanan.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan hari Senin, Komisi Keselamatan Nuklir mengatakan bahwa mereka mengetahui kasus tersebut hari Minggu dan segera menghubungi petugas kebersihan di Puli sebelum mengirim pejabat ke lokasi.
Setelah melakukan pengujian pada Senin, pejabat keselamatan nuklir mengidentifikasi sumber radiasi sebagai popok kertas yang terkontaminasi dengan Lutetium-177 (Lu-177), kata komisi tersebut.
Menurut laporan Liberty Times, 13 popok yang terkontaminasi ditemukan di tumpukan tempat sampah disimpan, yang memiliki tingkat radiasi sedikit meningkat hingga 10 μsv/h.
Lu-177 adalah isotop radioaktif yang digunakan untuk tujuan medis, terutama dalam pengobatan tumor neuroendokrin dan kanker prostat metastatik, tambahnya.
Insiden tersebut diyakini terjadi akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat oleh pasien yang telah pulang setelah menerima terapi radionuklida, kata komisi tersebut.
Popok-popok tersebut telah dikarantina oleh tim kebersihan Puli dan akan dikirim untuk dibakar setelah tingkat radiasinya menurun secara alami ke tingkat latar belakang, tambahnya.
Proses ini tidak akan berdampak buruk pada kesehatan tim kebersihan maupun masyarakat umum, lanjutnya.
Setelah insiden tersebut, komisi mengatakan telah menginstruksikan rumah sakit untuk memastikan kepatuhan terhadap pedoman pemulangan pasien yang menjalani pengobatan kedokteran nuklir, yang mengharuskan pasien pulang hanya setelah tingkat radiasi turun ke ambang batas keamanan yang diatur.
Selesai/JC