Taipei, 10 Feb. (CNA) Taipei International Book Exhibition (TiBE) berakhir pada hari Minggu (8/2), menarik 580.000 pengunjung selama enam hari, saat Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) menyoroti peran acara tersebut dalam pertukaran budaya dengan negara lain.
Li mengatakan sektor budaya Taiwan telah berkembang seiring dengan kemajuan ekonomi dan teknologi selama bertahun-tahun. "Kami bekerja keras untuk menjadi negara budaya," katanya, dan berjanji bahwa pertukaran budaya dengan negara lain akan terus berlanjut.
TiBE tahun ini, yang dibuka pada 3 Februari, menampilkan 509 penerbit dari 29 negara dan menarik 1.467 penulis lokal dan internasional.
Penyelenggara mengadakan 1.301 acara promosi membaca dan 1.853 pertemuan hak cipta. Kementerian Kebudayaan (MOC) juga mensubsidi partisipasi 1.076 siswa dari 50 sekolah terpencil di seluruh negeri.
Ketua Yayasan Pameran Buku Taipei Rex How (郝明義) mengatakan popularitas dan penjualan pameran tahun ini jelas meningkat, berkat kebijakan MOC yang memungkinkan tiket hari kerja dapat ditukarkan sepenuhnya melalui voucher dan penggunaan "Poin Budaya," sebuah program yang diluncurkan pada 2023 untuk mendorong kaum muda berpartisipasi dalam kegiatan terkait.
Jurnalis internasional juga penasaran bagaimana TiBE berhasil menggabungkan pameran perdagangan hak cipta profesional dengan pameran yang berfokus pada konsumen secara mulus, tambah How.
Menurut yayasan, Republik Ceko akan menjadi negara tema (Tamu Kehormatan) pada pameran buku Taipei tahun depan.
David Steinke, perwakilan Kantor Ekonomi dan Budaya Ceko di Taipei, mengatakan ia terkesan dengan skala dan popularitas pameran yang terus berkembang, namun mencatat bahwa yang paling berkesan adalah melihat mata anak-anak berbinar saat mereka menjelajahi buku-buku — aspek yang paling memuaskan dari acara tersebut.
Sebagai negara tema tahun depan, Steinke menggambarkan Taiwan dan Republik Ceko memiliki hubungan erat dan koneksi sastra yang mendalam. Ia mengatakan pameran tahun 2027 akan menampilkan karya klasik dari penulis seperti Milan Kundera, Franz Kafka, dan Bohumil Hrabal, serta karya penulis Ceko kontemporer.
Selesai/ML