Taipei, 8 Feb. (CNA) Para pembuat film tentang pembunuhan tahun 1980 yang belum terpecahkan terhadap ibu dan putri kembar aktivis demokrasi Taiwan, Lin I-hsiung (林義雄), hari Sabtu (8/2) mengeluarkan permintaan maaf atas keresahan yang ditimbulkan, setelah mendapat kecaman karena tidak berkonsultasi dengan Lin sebelum memulai produksi.
"Terkait kekhawatiran yang muncul dari laporan dan diskusi terbaru tentang film ini, kami mengakui masukan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf atas segala keresahan yang ditimbulkan," demikian pernyataan yang dirilis kepada wartawan oleh agensi pemasaran film tersebut.
"Kami sama sekali tidak bermaksud tidak menghormati. Kami tidak dapat mengunjungi dan berkonsultasi [dengan Lin] pada kesempatan paling awal. Ke depannya, dengan rasa hormat sebagai landasan, kami akan secara proaktif menjelaskan dan dengan rendah hati mendengarkan setiap pendapat atau arahan," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan itu ditandatangani Feisitu Culture and Entertainment Co., Ltd. dan Feng Shang International Culture Media Ltd., produser bersama film berjudul "The Century Bloodshed" (世紀血案) tersebut.
Sebelumnya, juga pada Sabtu, Tien Chiu-chin (田秋堇), mantan sekretaris dan teman lama Lin I-hsiung, mengatakan kepada media lokal bahwa meskipun sutradara film tersebut, Hsu Kun-hua (徐琨華), memiliki kebebasan berkreasi, "Ia seharusnya berkonsultasi dengan pihak-pihak yang terlibat langsung."
"Jika alur ceritanya sangat menyimpang dari fakta, hal itu bisa berisiko menyebabkan Lin mengalami luka tambahan," kata Tien, yang juga anggota Yuan Kontrol, lembaga pengawas pemerintah Taiwan.
Ibu Lin dan putri kembarnya yang berusia 6 tahun dibunuh di rumah mereka pada 28 Februari 1980, sementara kediaman di Taipei itu terus-menerus berada di bawah pengawasan ketat aparat keamanan negara otoriter Kuomintang (KMT) karena aktivitas politik Lin.
Putri sulungnya, Lin Huan-chun (林奐均), yang saat itu berusia 9 tahun, mengalami luka parah.
Pada saat itu, Lin dipenjara dan menghadapi persidangan atas keterlibatannya dalam Insiden Kaohsiung yang bersejarah dalam gerakan demokrasi Taiwan, setahun sebelum pembunuhan itu. Meskipun pengawasan sangat ketat, pelaku pembantaian tersebut tidak pernah tertangkap.
"The Century Bloodshed" menceritakan kisah seorang jurnalis fiksi saat ia merangkai berbagai sudut pandang dalam menyelidiki pembantaian keluarga Lin, menurut pernyataan dari perusahaan produksi.
Film ini pertama kali dipublikasikan pada acara pers tanggal 1 Februari, di mana para pemeran utama mengumumkan bahwa proses syuting telah selesai dan film tersebut direncanakan rilis pada 2027.
Sutradara film, Hsu, juga mendapat kritik terkait peran kakeknya, Hsu Mei-lin (徐梅鄰), sebagai juru bicara Komando Garnisun Taiwan pada saat pembunuhan terjadi.
Lu Chiu-yuan (呂秋遠), seorang komentator hukum, mempertanyakan legitimasi Hsu Kun-hua dalam memproduksi film tersebut, dengan mengatakan bahwa pembunuhan keluarga Lin masih belum terpecahkan dan Komando Garnisun Taiwan sulit dianggap bebas dari tanggung jawab.
"Bahwa kakeknya adalah anggota berpangkat tinggi di Komando Garnisun Taiwan tidak berarti dia tidak bisa membuat film politik ... Namun apakah perlu dia yang membuat film ini? Apakah itu pantas? Apakah itu sesuai?" kata Lu dalam sebuah unggahan di Facebook.
Hsu Kun-hua tidak hadir dalam acara pers 1 Februari dan hingga Sabtu belum memberikan tanggapan publik atas kontroversi tersebut.
Sementara itu, Lee Chien-na (李千娜), seorang aktris dan penyanyi yang tampil singkat sebagai tetangga Lin I-hsiung dalam film tersebut, memicu kontroversi lebih lanjut setelah menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa "Peninjauan kembali kasus ini mungkin menimbulkan persepsi bahwa kasus tersebut tidak separah atau seseram itu."
Setelah mendapat kecaman di media sosial, Lee mengeluarkan pernyataan yang meminta maaf kepada Lin I-hsiung, keluarga, dan teman-temannya atas pernyataannya yang ia sebut tidak pantas.
Di tengah kontroversi, tagar "#RefuseToWatchCenturyBloodshed" mulai ramai di Threads, dengan satu unggahan saja telah dilihat lebih dari 250.000 kali hingga Sabtu malam, menurut media lokal.
Selesai/JC