Taipei, 10 Feb. (CNA) Ratusan anggota keluarga imigran baru kurang mampu hari Minggu (8/2) berkumpul untuk bersama-sama merayakan Tahun Baru Imlek dalam acara yang diselenggarakan Pearl S. Buck Foundation, kata yayasan tersebut dalam sebuah rilis pers.
Menghadirkan 64 meja dan mengundang hampir 600 anggota keluarga penerima bantuan dari negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, Filipina, dan Myanmar, acara ini memasuki tahun ke-20-nya setelah berlangsung sejak 2006, kata yayasan.
Wakil Wali Kota Taipei, Lin Yi-hua (林奕華), menyatakan bahwa pemerintah kota dan yayasan tersebut telah bertahun-tahun bekerja sama dalam memajukan berbagai layanan, termasuk pusat layanan imigran baru di wilayah utara, aula imigran baru, serta Pusat Pemberdayaan Perempuan Wenshan.
Di acara, ia juga memberikan semangat kepada para pelajar penerima penghargaan: "Setiap dari kalian adalah harta Taiwan, sekaligus kekuatan penting bagi masa depan Taiwan."
Duta Amal Wanita dan Anak, Lena Yin (尹崇恩) mengatakan bahwa sebagai generasi kedua imigran baru dengan ibu yang berasal dari Hong Kong, ia merasa sangat memahami pentingnya setiap anak diperlakukan secara setara.
Dalam sambutannya, Yin menyatakan bahwa keikutsertaan teman-teman imigran baru dan anak-anak mereka membuat "DNA Taiwan semakin beragam dan lebih kuat."
Ketua Pearl S. Buck Foundation, You Pei-wen (尤姵文), dalam sambutannya mengajak para tamu untuk memberi tepuk tangan bagi kebaikan mereka sendiri, dan berjanji pihak yayasan akan terus menegakkan semangat pembangunan berkelanjutan untuk mendampingi keluarga imigran baru secara stabil.
Dalam acara, beasiswa dan bantuan pendidikan yang disponsori Pearl S. Buck Foundation dan program amal imigran baru dari FamilyMart juga diberikan untuk mendorong pelajar berprestasi, kata yayasan.
Salah satu penerima, mahasiswa tahun kedua yang menonjol dalam musik tradisional Tiongkok, sebagai generasi kedua imigran baru, tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga pernah meraih penghargaan akademik jurusan, kata yayasan.
Ia menyebutkan bahwa karena ibunya sibuk mencari nafkah, keluarganya tidak pernah menikmati makan malam Tahun Baru Imlek sebelumnya.
Dukungan yayasan melalui acara perayaan dan bantuan pendidikan membuatnya bisa belajar tanpa kekhawatiran, ujarnya, yang kini aktif dalam pelayanan pendidikan di daerah terpencil dan bercita-cita menjadi orang yang membantu sesama, menurut yayasan.
Sementara itu, seorang ibu asal Vietnam, yang pernah belajar keterampilan tata rambut melalui yayasan, telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan potong rambut gratis untuk masyarakat setelah kondisi keluarganya stabil.
CEO Pearl S. Buck Foundation, Franco Chen (陳杰昇) menyampaikan bahwa karena adanya dukungan dari mitra perusahaan dalam pemberdayaan generasi kedua imigran baru, kedua pihak bisa bersama-sama membangun jaringan sumber daya.
"Melalui pemberian beasiswa, beragam kegiatan kamp, seminar, dan kunjungan lapangan ke tempat kerja, kami dapat membantu anak-anak melewati batasan lingkungan dan memberi mereka peluang masa depan yang tak terbatas," ujarnya.
Selesai/IF