Taipei, 19 Jan. (CNA) Dua orang diaspora Indonesia di Taiwan dianugerahi 100 Celebrity Talk for Para Athletes (CTFP) Indonesia Card of Honor 2025, penghargaan untuk tokoh-tokoh berpengaruh di bidang bisnis, olahraga, musik, mode, perfilman, serta advokasi sosial yang berkontribusi dalam mendukung atlet difabel dan gerakan Parlimpiade.
Dua orang tersebut adalah Tony Thamsir, presenter multibahasa dan konsultan media yang aktif menjembatani hubungan antara Taiwan, Indonesia, dan komunitas internasional yang mendapat penghargaan Advokat Persahabatan. Diaspora lainnya adalah Grace Jonwilin, anggota girl group Taiwan HUR+ asal Indonesia yang mendapat penghargaan Seniman Vokal.
Kepada CNA, Tony menyatakan apresiasinya bagi para atlet penyandang disabilitas yang merupakan “Pahlawan sejati yang menginspirasi dunia dengan semangat dan ketangguhan tak terbatas.”
“Setiap langkah kalian di dalam dunia olahraga adalah bukti bahwa mimpi besar tidak mengenal batasan. Teruslah bersinar, karena keberanian kalian mengubah pandangan mata dunia tentang kekuatan sejati disabilitas,” ucapnya.
Tony, Grace, dan para peraih lainnya akan menerima penghargaan tersebut dalam International Charity Concert 100 CTFP yang digelar Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) di Sari Pacific Jakarta – Autograph Collection pada 31 Januari, menurut keterangan yang diterima CNA.
Konser penyerahan penghargaan diadakan tanpa anggaran, di mana seluruh pengisi acara akan tampil tanpa menerima bayaran, dan tanpa penjualan tiket, di mana kegiatan akan sepenuhnya bersifat amal untuk menyampaikan pesan dukungan kepada masyarakat, menurut keterangan tersebut.
Melalui musik dan advokasi para figur publik, acara ini bertujuan untuk menyampaikan semangat, dorongan, dan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas di seluruh dunia, dengan tiga pesan utama yang menekankan nilai kesetaraan, martabat, dan inspirasi sebagaimana dicanangkan Presiden Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons, menurut keterangan.
MMLWF adalah yayasan yang didirikan atas pesan Maria Monique, seorang anak yang menderita infeksi paru-paru akibat bakteri ganas, kepada ibunya, Natalia Tjahja untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak kurang beruntung di seluruh dunia, sebelum ia wafat pada 2006, menurut situs web mereka.
Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia pada 2017 pernah bekerja sama dengan MMLWF untuk mengundang tiga orang anak dari yayasan tersebut serta Michael Anthony, seorang jenius musik tunanetra, di mana mereka mengenal Taiwan melalui cerita, pembuatan lampion, lagu, dan makanan.
Selesai/IF