Taipei, 1 Feb. (CNA) Dengan warna yang cerah dan goresan yang halus, sebuah buku dwibahasa Indonesia-Mandarin, yang dibuat bersama oleh lima imigran baru, menggambarkan produk pertanian khas Indonesia yang kaya makna budaya, membawa pembaca menjelajahi rasa nusantara.
Acara peluncuran buku "Berkah Tanah Tropis - Perjalanan Produk Pertanian dan Khas Indonesia" (熱帶土地的饋贈-印尼農特產之旅) digelar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Yunlin pada Minggu (1/2), menghadirkan pertunjukan tari tradisional hingga hidangan khas Indonesia untuk dinikmati pengunjung.
Dalam rilis persnya, departemen tersebut menyampaikan bahwa buku bergambar ini merupakan hasil terbaru dari program "Klub Membaca dan Membuat Buku Bergambar untuk Keluarga Imigran Baru" yang memasuki tahun kesebelasnya.
Melalui gambar dan teks, buku ini mengajak masyarakat mengenal kekayaan tanah Indonesia serta ragam budaya nusantara melalui perspektif kuliner, kata departemen tersebut.
Dengan warna yang mencolok dan goresan yang rinci, buku ini menggambarkan produk pertanian Indonesia yang umum namun sarat makna budaya, tambah Chen Shih-hsun (陳世訓), wakil kepala departemen.
Buku ini, kata Chen, tidak hanya memperkenalkan bakso beranak khas Indonesia yang melambangkan keberkahan dan umur panjang, tetapi juga menampilkan secara hidup daun singkong yang sering disalahartikan di Taiwan hanya sebagai pakan babi.
Perbedaan budaya dan cerita menarik ini, melalui teks dan gambar, tidak hanya menjadi catatan kuliner, tetapi juga mencerminkan lanskap batin para saudari warga baru yang menancapkan akar di Yunlin, kata Chen.
Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yunlin sejak 2014 terus bekerja sama dengan Asosiasi Kepedulian Sosial Kabupaten Yunlin (雲林縣社會關懷協會) dalam mendorong program pembuatan buku bergambar untuk keluarga imigran baru.
Program ini menemani para imigran baru dari tahap pembaca hingga menjadi kreator, mengubah kerinduan terhadap kampung halaman dan kisah hidup mereka menjadi halaman-halaman buku bergambar yang menyentuh hati, kata departemen tersebut.
(Oleh Tsai Chih-ming dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja