Pria ditembak mati pasca tikam polisi di pasar Miaoli

04/02/2026 16:10(Diperbaharui 04/02/2026 16:10)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA, 4 Februari 2026)
(Sumber Foto : CNA, 4 Februari 2026)

Taipei, 4 Feb. (CNA) Seorang pria berusia 40 tahun yang mengancam orang-orang dengan pisau di pasar tradisional di Miaoli pada Rabu (4/2) pagi tewas ditembak polisi setelah menikam seorang petugas di kepala, kata pihak berwenang.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Polisi Miaoli mengatakan salah satu petugasnya telah mengikuti pedoman penggunaan kekuatan dengan melepaskan dua tembakan untuk membela diri dan melindungi masyarakat.

Salah satu tembakan mengenai dada tersangka, bermarga Chung (鍾) (40), sementara tembakan lainnya mengenai tangan kiri seorang warga yang datang untuk membantu, kata kantor polisi.

Seorang pedagang di Pasar Nan Miao di Kota Miaoli, bermarga Huang (黃), mengatakan kepada CNA bahwa Chung datang ke pasar sekitar pukul 7.30 pagi dan berusaha meminjam ponsel istrinya.

Ketika istrinya menolak, Chung mengeluarkan pisau dan mulai mengancam. Setelah seorang pengelola pasar dipanggil ke lokasi, Chung mengatakan ia datang untuk menagih utang, tetapi menolak untuk menyimpan pisaunya, kata Huang.

Polisi yang tiba di lokasi mencoba berbicara dengan Chung, lalu memerintahkannya meletakkan pisau. Ketika Chung menolak, seorang petugas menyemprotnya dengan semprotan merica, yang membuatnya marah dan berlari secara tidak terkendali di pasar, kata Huang.

Pada saat itu, kata Huang, salah satu petugas, bermarga Chu (朱), mencoba menangkap Chung dan ditikam dua kali di kepala hingga berdarah.

Ketika warga sekitar datang untuk memisahkan keduanya, petugas lain, bermarga Lee (李), melepaskan dua tembakan ke arah Chung dan kemudian menahannya di tanah.

Menurut Biro Pemadam Kebakaran Miaoli, Chung, Chu, dan seorang warga bermarga Luo (羅), yang terkena peluru nyasar di tangan kiri, dibawa ke dua rumah sakit setempat.

Dalam pernyataan selanjutnya, Rumah Sakit Miaoli mengatakan Chu mengalami luka tusuk di dahi dan bagian atas kepalanya. Ia kehilangan darah sebanyak 500-1.000 sentimeter kubik dan harus dijahit serta menerima transfusi darah.

Hasil CT scan menunjukkan tengkorak Chu juga retak akibat serangan tersebut, kata rumah sakit, seraya menambahkan bahwa ia sedang dirawat di instalasi gawat darurat, tetapi tanda-tanda vitalnya stabil.

Sementara itu, Chung dibawa ke ruang operasi darurat karena luka di sisi kiri dada dan perutnya, tetapi kemudian meninggal dunia, menurut Kantor Kejaksaan Distrik Miaoli.

Berdasarkan penyelidikan awal, kepolisian mengatakan Chung pernah berjualan di pasar di Kelurahan Houlong dan memiliki catatan kriminal, termasuk vonis percobaan pembunuhan dan penganiayaan.

Menurut laporan ET Today berbahasa Mandarin, Chung memiliki riwayat gangguan mental serta penyalahgunaan narkoba dan alkohol, dan telah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa sejak 2005.

Chung dijatuhi hukuman tiga tahun perawatan wajib di rumah sakit jiwa setelah menyerang sesama pasien dengan sabit pada 2018, menurut media lokal.

(Oleh Kuan Jui-ping, Matthew Mazzetta, dan Jason Cahyadi) Selesai/ja

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.