Taipei, 9 Feb. (CNA) Negosiator perdagangan Taiwan mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa Taipei tidak akan memindahkan 40 persen produksi semikonduktornya ke AS, dan bahwa teknologi tercanggihnya akan tetap berada di Taiwan, kata Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) hari Minggu (8/2).
"Saya sudah mengatakan dengan sangat jelas kepada pihak AS -- itu tidak mungkin," kata Cheng, yang memimpin tim negosiasi, dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Minggu malam di saluran televisi CTS.
Cheng merujuk pada pernyataan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick pada Januari, di mana ia mengatakan tujuannya adalah membawa 40 persen rantai pasokan cip Taiwan ke AS.
Dalam wawancara tersebut, Cheng mengatakan pangsa pasar Taiwan yang hampir 90 persen dalam produksi semikonduktor canggih adalah hasil dari ekosistem yang dikembangkan selama beberapa dekade, dan tidak bisa dipindahkan ke AS.
"Saya katakan kepada pihak AS, kami tidak bisa mendistribusikan kapasitas produksi, tetapi kami bisa memperluas penataan kami di AS," kata Cheng.
Cheng juga membela garis besar kesepakatan dengan AS, di mana Washington akan menurunkan tarif barang Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen, menempatkan Taiwan pada posisi yang setara dengan pesaing seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
Sebagai imbalannya, perusahaan semikonduktor dan teknologi Taiwan akan berinvestasi sebesar US$250 miliar (Rp4,19 kuadriliun) di AS berdasarkan rencana mereka sendiri, sementara pemerintah Taiwan akan memberikan jaminan kredit sebesar US$250 miliar untuk memfasilitasi investasi tersebut.
Cheng mengatakan struktur kesepakatan -- investasi independen oleh perusahaan yang dikombinasikan dengan jaminan keuangan pemerintah -- adalah contoh dari "model Taiwan", dan berbeda dari janji investasi yang dibuat oleh Jepang dan Korea Selatan.
Ini juga berarti bahwa Taiwan dan AS harus bekerja sama, menggunakan model Taiwan, untuk membangun rantai pasokan dan mencapai tujuan strategis mereka, katanya.
Cheng mengatakan taman sains Taiwan tidak akan dipindahkan ke AS, dan bahwa ia telah menegaskan selama negosiasi bahwa teknologi semikonduktor tercanggih Taiwan tidak akan dipindahkan ke negara lain.
"Itu harus dilakukan di Taiwan, di mana terdapat ekosistem yang komprehensif untuk penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan," katanya.
Perusahaan semikonduktor Taiwan "Hanya akan secara rasional memperluas investasi mereka ke negara lain setelah mereka membangun pabrik di Taiwan dan memastikan mereka dapat memproduksi massal," kata Cheng.
Karena alasan itu, proses penelitian dan pengembangan serta manufaktur tercanggih harus dilakukan terlebih dahulu di Taiwan, ujarnya.
Selesai/ja