Taipei, 10 Feb. (CNA) Enam belas orang, termasuk lima warga negara Vietnam, telah ditangkap atas pengederan narkoba melalui internet yang dilanjutkan dengan menguburkannya di berbagai lokasi terpencil di Taiwan untuk digali dan diambil pembeli, kata kepolisian hari Senin (9/2).
Terbongkarnya kasus ini bermula dari terungkapnya kasus narkoba dalam operasi pemeriksaan jalan, kata Wakil Kepala Divisi Investigasi Kriminal Departemen Kepolisian Kota Taipei, Kuo Chien-cheng (郭建成) dalam sebuah konferensi pers pada Senin sore.
Setelah mendapatkan informasi itu, kepolisian kemudian membentuk satuan tugas khusus untuk menelusuri jaringan kelompok kriminal ini dan melaporkannya kepada Kantor Kejaksaan Distrik Taipei untuk memimpin penyidikan, kata Kuo.
Investigasi menemukan kelompok ini dipimpin seorang pria bermarga Lu (呂) (30), yang bekerja sama dengan seorang anggota geng, pria bermarga Hung (洪) (35); anggota geng lainnya, pria bermarga Chien (錢) (44); serta sejumlah pekerja migran asal Vietnam.
Sejak tahun 2023, para tersangka secara terbuka menjual ganja dan berbagai jenis narkotika sintetis baru melalui platform media sosial daring, menurut investigasi seperti dikutip kepolisian.
Setelah transaksi selesai, anggota sindikat membagi dan mengemas ulang narkoba, kemudian menyembunyikannya dengan menguburkannya di lebih dari sepuluh lokasi pegunungan dan taman terpencil di seluruh Taiwan, lalu memberikan koordinat lokasi ke pembeli, yang kemudian mengambilnya, kata kepolisian.
Dengan menelusuri ratusan rekaman kamera pengawas, serta bekerja sama dengan tim pesawat nirawak untuk melakukan survei lapangan, pihak berwenang berhasil mengunci lokasi-lokasi persembunyian sindikat secara presisi, kata kepolisian.
Setelah waktunya dinilai tepat, pihak berwenang melancarkan 12 gelombang operasi penggeledahan serentak di Taipei, New Taipei, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Taichung, Changhua, dan Kaohsiung, kata kepolisian.
Hingga akhir tahun lalu, pihak berwenang telah berhasil menangkap enam belas orang, termasuk Lu, Hung, Chien, lima warga negara Vietnam, dan tersangka lainnya, kata kepolisian.
Pihak berwenang juga menyita berbagai produk, narkoba termasuk 200 gram kokain, lebih dari 30 kilogram ganja (bunga dan resin), narkotika sintetis berbentuk perangko, jamur halusinogen, hingga "pil melon", dengan total lebih dari 5.000 paket, serta berhasil membongkar pabrik pengemasan narkoba, kata kepolisian.
Nilai pasar total barang bukti diperkirakan melebihi NT$100 juta (Rp53,2 juta), menurut pihak berwenang.
Setelah penyidikan oleh Kejaksaan Distrik Taipei dinyatakan selesai, 13 orang telah dituntut berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika dan Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Terorganisasi, kata kepolisian.
(Oleh Huang Li-yun dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja