Serikat pekerja TaiDoc protes upaya intervensi oleh perusahaan

10/02/2026 12:36(Diperbaharui 10/02/2026 12:36)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua Taidoc Technology Labor Union, Elizabeth Basas (depan, tengah) di luar Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Senin, didampingi sekretaris jenderal serikat, Lennon Wang (baris depan, kanan). (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)
Ketua Taidoc Technology Labor Union, Elizabeth Basas (depan, tengah) di luar Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Senin, didampingi sekretaris jenderal serikat, Lennon Wang (baris depan, kanan). (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)

Taipei, 9 Feb. (CNA) Serikat pekerja di TaiDoc Technology Corp. hari Senin (9/2) melakukan protes di luar Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), menuding perusahaan produsen alat medis tersebut berupaya campur tangan dalam operasional organisasi mereka.

Setelah secara ilegal memberhentikan ketua serikat, seorang pekerja migran Filipina bernama Elizabeth Basas, TaiDoc memasang pengumuman di sekitar tempat kerja yang menargetkan dirinya, kata Lennon Wang (汪英達), sekretaris jenderal Taidoc Technology Labor Union (TTLU).

Wang, yang juga direktur Departemen Kebijakan Pekerja Migran di LSM Serve the People Association, mengatakan pada aksi protes Senin pagi bahwa pengumuman tersebut menuduh Basas berkolusi dengan orang luar, memalsukan dokumen, dan merusak citra perusahaan.

"Itu dimaksudkan untuk merendahkan ketua dan serikat, serta mengintimidasi pekerja lain dengan memberi sinyal bahwa bergabung dengan serikat akan ada konsekuensinya," kata Wang, seraya mencatat bahwa kontrak kerja Basas seharusnya belum berakhir hingga September 2027.

Menurut Wang, serikat kini memiliki sekitar 30 anggota asal Filipina dan telah terdaftar di Departemen Urusan Ketenagakerjaan Pemerintah Kota New Taipei.

Ia mengatakan serikat dibentuk sekitar setengah tahun lalu untuk menangani isu-isu aturan perusahaan yang terlalu ketat terhadap pekerja migran -- seperti praktik pengelolaan asrama yang mereka tuding setara dengan kerja paksa -- tetapi sejak pembentukannya terus mendapat tekanan dari manajemen.

Selain anggota TTLU, beberapa kelompok buruh dan mahasiswa juga hadir untuk mendukung aksi protes yang diadakan di luar Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)
Selain anggota TTLU, beberapa kelompok buruh dan mahasiswa juga hadir untuk mendukung aksi protes yang diadakan di luar Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)

Selain memberhentikan ketua serikat, Wang mengatakan TaiDoc pada Rabu lalu juga mengadakan rapat selama jam kerja untuk memaksa karyawan bergabung dengan serikat, sebuah langkah yang ia sebut bermasalah dan menjadi upaya untuk mengendalikan serikat.

Perusahaan secara sepihak mengumumkan bahwa lebih dari 100 pegawai telah menjadi anggota serikat pada hari itu, kata Wang, seraya mencatat bahwa pendaftaran keanggotaan baru harus ditinjau oleh serikat dan bahwa mereka belum mengadakan rapat untuk melakukannya.

Tanggapan TaiDoc

Menanggapi tuduhan serikat, Ketua TaiDoc Chen Chao-wang (陳朝旺) mengadakan konferensi pers pada sore harinya, dihadiri beberapa karyawan Taiwan yang menurut perusahaan baru-baru ini bergabung dengan serikat.

Chen mengatakan Wang bukan karyawan perusahaan, melainkan "orang luar" yang mencoba mempengaruhi tindakan orang lain, yang ia klaim ilegal berdasarkan Undang-Undang Serikat Buruh Taiwan.

Ketua TaiDoc Technology Corp., Chen Chao-wang (ketiga dari kiri), menghadiri konferensi pers di kantor pusat perusahaan di New Taipei pada Senin. (Sumber Foto : TaiDoc, 9 Februari 2026)
Ketua TaiDoc Technology Corp., Chen Chao-wang (ketiga dari kiri), menghadiri konferensi pers di kantor pusat perusahaan di New Taipei pada Senin. (Sumber Foto : TaiDoc, 9 Februari 2026)

"Seorang sekretaris jenderal eksternal menghalangi karyawan TaiDoc untuk bergabung dengan serikat," kata Chen, mengkritik Wang karena ia telah, menurutnya, mengganggu tatanan industri Taiwan.

Namun, Pasal 12 Undang-Undang Serikat Buruh tidak melarang serikat menunjuk atau mempekerjakan nonkaryawan perusahaan sebagai sekretaris jenderal, dan merekrut pihak eksternal untuk menduduki jabatan tersebut telah menjadi hal lazim di antara serikat pekerja di Taiwan.

Chen juga mempertanyakan keputusan serikat untuk mengadakan pemungutan suara mogok, dengan mengatakan serikat mengklaim telah meloloskannya, mengutip data serikat yang menunjukkan dari 38 anggota, terdapat 25 suara masuk dan 23-2 yang mendukung.

Ia mempertanyakan legitimasi langkah tersebut mengingat jumlah karyawan perusahaan hampir 1.000 orang, menyebutnya absurd dan menuduh proses pemungutan suara tersebut curang serta merusak sistem demokrasi Taiwan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Senin, MOL mengatakan mereka telah menerima pengajuan dari serikat pada Senin lalu yang meminta penyelidikan atas tuduhan bahwa manajemen TaiDoc telah berupaya campur tangan dalam urusan serikat.

Kementerian akan melakukan penyelidikan sesuai hukum pada pertemuan mendatang, kata mereka.

MOL juga mengimbau para pemberi kerja untuk menghormati operasi independen serikat dan "Menghindari segala bentuk penghalangan atau pengaruh yang tidak semestinya."

(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

Seorang perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan (baris depan, kanan) menanggapi para pengunjuk rasa setelah menerima petisi dari Sekretaris Jenderal TTLU, Lennon Wang (baris depan, tengah), Senin. (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)
Seorang perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan (baris depan, kanan) menanggapi para pengunjuk rasa setelah menerima petisi dari Sekretaris Jenderal TTLU, Lennon Wang (baris depan, tengah), Senin. (Sumber Foto : CNA, 9 Februari 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.