Pria 44 tahun diselamatkan setelah koma akibat tersedak minuman boba

06/01/2026 12:54(Diperbaharui 06/01/2026 17:24)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : RS Feng Yuan)
(Sumber Foto : RS Feng Yuan)

Taipei, 6 Jan. (CNA) Seorang pria bermarga Chang (張) (44) berhasil diselamatkan setelah koma akibat tersedak minuman boba yang memicu gagal napas akut dan pecahnya aneurisma pembuluh darah otak, usai menjalani perawatan intensif selama 21 hari, ujar Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) hari Senin (5/1).

MOHW melalui RS Fengyuan menyampaikan bahwa insiden terjadi saat Chang minum teh boba di rumah, lalu tiba-tiba mengalami tersedak hebat, kesulitan bernapas, dan wajah membiru sebelum roboh tak sadarkan diri dalam hitungan detik. Saat tiba di rumah sakit, ia sudah dalam kondisi penurunan kesadaran dan gagal napas akut.

Wakil Direktur RS Fengyuan Chang Cheng-yi (張正一) mengatakan pemeriksaan menunjukkan infiltrasi luas di kedua paru-paru akibat hipoksia berat, bersamaan dengan diagnosis pecahnya aneurisma otak yang menyebabkan perdarahan intrakranial luas dan peningkatan tekanan di dalam kepala. Kondisi tersebut dinilai sebagai kasus berisiko kematian tinggi karena mengancam fungsi otak sekaligus sistem pernapasan dan sirkulasi.

Tim medis segera melakukan tindakan pemasangan drainase ventrikel eksternal untuk menurunkan tekanan intrakranial dan menyelamatkan jaringan otak. Namun, karena pasien tetap mengalami hipoksia berat akibat sindrom gangguan pernapasan akut, tim bedah kardiovaskular mengaktifkan terapi Oksigenasi Membran Ekstrakorporeal (ECMO) untuk menstabilkan oksigenasi dan aliran darah.

Menurut Chang, pasien berhasil lepas dari ECMO pada hari keempat perawatan dan dilepaskan dari alat bantu napas pada hari ke-21, sebelum dipulangkan untuk menjalani pemulihan dan rehabilitasi lanjutan.

Ia mengingatkan bahwa tersedak pada umumnya tidak berbahaya, namun bila disertai pingsan mendadak, kondisi tersebut sering kali bukan sekadar tersedak biasa, melainkan dapat menandakan kejadian fatal seperti pecahnya aneurisma atau perdarahan otak. Aneurisma otak kerap sulit terdeteksi sebelum pecah dan dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti sakit kepala hebat mendadak, perubahan kesadaran, bicara pelo, kelemahan anggota gerak, atau kesulitan bernapas, guna memanfaatkan waktu emas penanganan.

(Oleh Chao Li-yen dan Agoeng Sunarto)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.