PMI ilegal Kaohsiung hampir beku saat bersembunyi dari imigrasi di ruang pendingin

26/11/2025 16:17(Diperbaharui 26/11/2025 18:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seorang pekerja migran ditemukan petugas imigrasi di ruang pendingin di Kaohsiung pada 19 November. (Sumber Foto : NIA)
Seorang pekerja migran ditemukan petugas imigrasi di ruang pendingin di Kaohsiung pada 19 November. (Sumber Foto : NIA)

Kaohsiung, 26 Nov. (CNA) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) hilang kontak di Kaohsiung hampir tewas membeku saat bersembunyi di ruang pendingin untuk menghindari razia Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA), sebelum diselamatkan dan ditangkap bersama 16 imigran ilegal lainnya dalam satu operasi, kata NIA.

Brigade Kota Kaohsiung NIA hari Rabu (26/11) mengatakan mereka pada 19 November melancarkan razia besar-besaran di distrik Renwu, Fengshan, Gangshan, dan Qianzhen, di mana mereka berhasil menangkap 17 imigran ilegal, termasuk empat warga Indonesia, sepuluh dari Vietnam, dan tiga asal Thailand.

Brigade tersebut mengatakan mereka melakukan pengintaian dan penyergapan ke sebuah pabrik pengolahan makanan beku di Qianzhen, yang sebelumnya dilaporkan kerap didatangi warga asing tak dikenal.

Di sana, tiga PMI hilang kontak berhasil ditangkap setelah mencoba melarikan diri. Mereka tampak cemas dan gelisah saat pemeriksaan identitas lanjutan, dan setelah setengah jam mengaku ada satu rekan senegara lainnya yang bersembunyi jauh di ruang pendingin, kata brigade tersebut.

Dipandu para pekerja migran tersebut, petugas akhirnya menemukan PMI pria itu sedang meringkuk bersembunyi di ruang pendingin, hanya berbalut plastik untuk mempertahankan suhu tubuhnya, kata brigade.

Ia mengakui bahwa pintu ruang pendingin tidak dapat dibuka dari dalam, dan sangat berterima kasih karena petugas datang tepat waktu untuk menyelamatkannya, menurut brigade tersebut.

(Sumber Foto : NIA)
(Sumber Foto : NIA)

Pada hari yang sama, brigade tersebut membagi personel ke berbagai titik fokus di wilayah kota untuk melakukan pengintaian, dan kembali melakukan penangkapan melalui strategi pengepungan dari berbagai arah serta kekuatan personel yang memadai.

Selanjutnya, kata NIA, pekerja migran hilang kontak dan majikan ilegal terkait akan ditindaklanjuti penyelidikannya, sementara agensi tenaga kerja di belakang mereka juga akan ditelusuri.

Mereka yang melanggar Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan akan diserahkan kepada otoritas ketenagakerjaan daerah untuk dikenai sanksi, kata NIA.

Petugas juga akan terus memperluas pemeriksaan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran hukum lainnya, tambah ditjen tersebut.

Kepala Brigade Kota Kaohsiung Chao Chih-cheng (趙志成) menyatakan mereka akan terus memperluas operasi penangkapan imigran ilegal demi melindungi hak kerja warga Taiwan dan menunjukkan ketegasan pemerintah dalam penegakan hukum, serta menelusuri majikan dan agensi ilegal di baliknya.

Chao mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko melanggar hukum dengan mempekerjakan pekerja migran secara ilegal demi kenyamanan sesaat, seiring denda hingga NT$750.000 (Rp398,4 juta) menanti.

(Oleh Hung Hsueh-kuang dan Jason Cahyadi)

Selesai/JA

(Sumber Foto : NIA)
(Sumber Foto : NIA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.