Taipei, 22 Nov. (CNA) Taipei telah menempati peringkat kota terkaya ke-25 di dunia pada tahun 2025, dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$867,83 miliar (Rp14,54 kuadriliun), menurut CEOWORLD, sebuah majalah bisnis daring.
Taipei menjadi satu-satunya kota di Taiwan yang masuk 100 besar dalam survei yang menilai 300 kota metropolitan di seluruh dunia.
"Mereka bukan sekadar kota; mereka adalah ekosistem ekonomi yang membentuk bagaimana uang bergerak, teknologi berkembang, dan keputusan kebijakan berdampak pada pasar," kata CEOWORLD yang berbasis di New York.
Sementara Taipei berada di peringkat ke-25, kota-kota Taiwan lainnya juga tercantum di antara 300 kota terkaya di dunia.
Taichung di Taiwan tengah menempati peringkat ke-116 dengan PDB sebesar US$436 miliar, Kaohsiung ke-117 (US$433 miliar), Taoyuan ke-152 (US$334,7 miliar), dan Tainan ke-174 (US$288,7 miliar).
Tokyo menempati posisi teratas sebagai kota terkaya di dunia pada tahun 2025, dengan PDB yang "menakjubkan" sebesar US$2,55 triliun, melampaui wilayah metropolitan New York yang berada di peringkat kedua, menurut CEOWORLD.
Ibu kota Jepang tersebut tetap menjadi tolok ukur keunggulan operasional, kecanggihan teknologi, dan tata kelola ekonomi yang disiplin, kata majalah itu.
"Ibu kota Jepang mengintegrasikan inovasi dengan infrastruktur seperti sedikit kota lain -- sistem transportasi, jaringan keuangan, dan rantai pasokan industrinya beroperasi dengan presisi yang tak tertandingi," kata CEOWORLD.
Sepuluh besar kota terkaya di dunia selanjutnya adalah Los Angeles (Long Beach, Anaheim); London; Seoul; wilayah metropolitan Paris; Chicago (Naperville, Elgin); Osaka-Kobe; San Francisco (Oakland, Berkeley); dan Shanghai, secara berurutan, yang menyumbang hampir sepertiga dari PDB global, menurut majalah tersebut.
Sementara itu, kota-kota Asia lain yang menempati peringkat tinggi antara lain Beijing (ke-11), Singapura (ke-16), Shenzhen (ke-21), Chongqing (ke-26), Guangzhou (ke-27), Hong Kong (ke-29), Nagoya (ke-30), dan Jakarta (ke-33).
"Dominasi Asia dalam peringkat tahun 2025 mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam gravitasi ekonomi global ke arah timur," kata majalah itu.
Selesai/ML