CIB: Penipuan mengatasnamakan keluarga kembali marak

24/03/2025 18:57(Diperbaharui 24/03/2025 18:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash)
Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash)

Taipei, 24 Mar. (CNA) Biro Investigasi Kriminal (CIB) Taiwan hari Minggu (23/3) mengingatkan bahwa modus penipuan yang mengatasnamakan keluarga atau teman kembali muncul akibat semakin berkembangnya aplikasi komunikas.

Untuk itu, biro tersebut minta memasyarakat selalu memverifikasi identitas penelepon sebelum percaya, terutama jika ada permintaan uang mendesak.

Menurut CIB, modus ini sempat merajalela, di mana pelaku berpura-pura sebagai anggota keluarga yang mengalami keadaan darurat dan membutuhkan uang segera. Dalam situasi panik, korban sering kali langsung mentransfer uang tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut, tambah mereka.

Kepolisian mencontohkan kasus yang melibatkan pria bermarga Wang () (60), seorang pensiunan dari sektor keuangan di Taiwan selatan yang menerima telepon dari seseorang dengan suara mirip anaknya, yang mengaku telah mengganti ponsel dan meminta untuk menambahkan akun LINE baru. 

Setelah itu, pelaku menghubungi melalui LINE dan mengaku mengalami kecelakaan lalu lintas, meminta Wang mentransfer NT$60.000 (Rp30,112 juta) ke rekening tertentu sebagai kompensasi.

Dalam kepanikan, kata kepolisian, Wang langsung mentransfer uang tanpa verifikasi, dan baru sadar tertipu setelah menghubungi anaknya satu jam kemudian dan melapor ke polisi.

CIB menekankan bahwa masyarakat harus selalu berhati-hati terhadap telepon dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan anggota keluarga. 

Biro tersebut juga mengingatkan untuk tidak langsung percaya hanya karena suara terdengar mirip atau akun komunikasi terlihat sama.

Jika menerima permintaan uang mencurigakan, sebaiknya segera menghubungi keluarga melalui telepon biasa untuk verifikasi, biro tersebut mengingatkan.

Kepolisian juga menyarankan agar masyarakat, terutama yang lebih tua, meningkatkan kewaspadaan dan tidak hanya mengandalkan komunikasi melalui aplikasi seperti LINE atau WhatsApp.

Selain itu, jika ragu, segera hubungi saluran siaga antipenipuan 110 atau 165 untuk mendapatkan bantuan, tambah kepolisian.

(Oleh Liu Chien-pang dan Antonius Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.