Pria di Nantou yang kerap asal panggil ambulans saat mabuk terancam didenda

04/03/2025 20:39(Diperbaharui 04/03/2025 20:39)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 3 Mar. (CNA) Seorang pria di Kabupaten Nantou terancam didenda hingga NT$50.000 (Rp25,042 juta) karena kerap memanggil ambulans melalui layanan darurat secara sembarangan setelah minum alkohol, kata pemadam kebakaran, Senin (3/3).

Sejak April tahun lalu, pria bermarga Chen (陳) dari Kelurahan Zhushan tersebut telah melakukan lebih dari 100 panggilan kepada saluran siaga 119 untuk memanggil ambulans saat mabuk atau merasa tidak senang.

Namun, ketika petugas medis tiba di lokasi, ia sering tidak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan atau langsung menolak untuk dibawa ke rumah sakit.

Ia juga pernah mengejek petugas dengan mengatakan, "Semoga sukses dalam kariermu," sebelum menyuruh mereka pergi.

Berdasarkan peraturan Kabupaten Nantou, ambulans yang dioperasikan instansi pemadam kebakaran, kesehatan, dan rumah sakit pemerintah dapat mengenakan biaya sesuai ketentuan setelah melalui prosedur persetujuan.

Namun, Biro Pemadam Kebakaran Kabupaten Nantou menjelaskan bahwa mereka belum memiliki standar biaya yang spesifik untuk layanan ambulans yang mereka kelola.

Meskipun ada dasar hukum untuk menerapkan biaya, kata biro tersebut, belum ada ketentuan rinci mengenai tarif bagi mereka yang menyalahgunakan layanan ambulans.

Biro tersebut menegaskan bahwa undang-undang menetapkan mereka yang secara sembarangan menelepon nomor darurat atau memberikan laporan palsu dapat didenda NT$10.000 hingga NT$50.000.

Untuk itu, kata biro tersebut, mereka akan berkoordinasi dengan kepala dusun dan kepolisian guna memahami motif pelaku dalam melakukan panggilan darurat, serta mempertimbangkan tindakan hukum lebih lanjut.

(Oleh Hsiao Po-yang dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.