Taipei, 2 Mar. (CNA) Taiwan berencana untuk memperluas penggunaan pencitraan sinar-X berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah penyelundupan barang-barang terlarang di titik pemeriksaan bea cukai dalam empat tahun ke depan, kata seorang pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu pekan ini mengatakan bahwa barang tambahan yang akan dicakup dalam rencana tersebut akan mencakup produk daging, rokok elektronik, dan produk tembakau pemanas, bundel besar uang kertas, dan beberapa produk pertanian.
Menurut ditjen tersebut, Taiwan mulai menggunakan sistem pengenalan gambar berbasis AI pada Juli 2021 untuk mengidentifikasi narkoba ilegal di berbagai lokasi pemeriksaan bea cukai, termasuk kantor pos dan bandara.
Namun, karena penyelundup terus menemukan cara baru untuk menyembunyikan narkoba ilegal, model AI harus terus dilatih untuk meningkatkan akurasi identifikasi, kata pejabat tersebut.
Tahun ini, AI generatif (GenAI) akan digunakan untuk melatih model AI dalam menghasilkan gambar sinar-X realistis dari barang-barang terlarang, kata pejabat tersebut.
Penggunaan GenAI akan sangat meningkatkan deteksi obat-obatan terlarang di titik pemeriksaan bea cukai, kata pejabat tersebut, dan model AI akan dilatih dalam beberapa tahun mendatang untuk mendeteksi item lainnya, dimulai dengan daging di akhir tahun ini.
Rokok elektronik akan menjadi fokus pada 2026, bundel uang kertas pada 2027, dan beberapa produk pertanian pada 2028, menurut pejabat tersebut.
Ditjen tersebut berencana untuk menghabiskan NT$275,77 juta (Rp138,67 miliar) untuk proyek tersebut dalam empat tahun ke depan dari 2025 hingga 2028.
Selesai/