Taipei, 26 Jan. (CNA) TaiwanICDF, sebuah lembaga bantuan luar negeri yang didanai pemerintah, mengumumkan baru-baru ini bahwa pihaknya membuka pendaftaran untuk program relawan tahunan yang menyediakan bantuan kemanusiaan dan dukungan lainnya bagi sekutu diplomatik Taiwan serta negara-negara kurang berkembang.
Dalam siaran pers, lembaga yang didanai oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) tersebut menyatakan akan merekrut 44 relawan untuk bekerja di berbagai bidang, termasuk teknologi informasi, kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran hewan, ilmu gizi, keperawatan, pendidikan kesehatan, kesehatan mental, dan statistik epidemiologi.
Bidang lainnya termasuk bisnis, penerjemahan dan interpretasi, pendidikan bahasa Inggris, pendidikan matematika, pendidikan kuliner, promosi peternakan dan pengelolaan limbah, kata lembaga tersebut.
Warga negara Taiwan berusia 20 tahun ke atas berhak mendaftar. Para relawan yang terpilih akan ditempatkan di salah satu dari 11 negara di kawasan Asia Pasifik, Karibia, Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan, dengan durasi kerja enam bulan hingga satu tahun.
TaiwanICDF juga membuka program relawan berdurasi enam bulan, dengan target perekrutan 10 relawan. Mereka akan bekerja bersama TaiwanICDF, organisasi mitranya, atau di Eswatini, sekutu Taiwan di Afrika, untuk proyek pencegahan penyakit metabolik kronis.
Selain itu, mereka dapat bergabung dalam proyek di Kenya, Uganda, dan Republik Kyrgyzstan bersama Step30 International Ministries dan Taiwan Fund for Children and Families, tambahnya.
Batas waktu pendaftaran untuk semua program adalah 10 Februari.
Sejak Program Relawan Luar Negeri diluncurkan pada tahun 1996, sekitar 900 relawan telah ditempatkan di 48 negara, menurut TaiwanICDF.
Selesai/IF