Pemkot: Klaim Taipei tidak ramah pejalan kaki tidak komprehensif Tanpa analisis mendalam

25/08/2024 09:50(Diperbaharui 25/08/2024 09:50)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Suasana jalan Distrik Xinyi, Kota Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Suasana jalan Distrik Xinyi, Kota Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 25 Agu. (CNA) Departemen Perhubungan (DOT) Pemerintah Kota Taipei mengatakan bahwa sebuah laporan yang baru-baru ini menyebutkan Taipei sebagai kota yang paling tidak ramah untuk pejalan kaki se-Asia tidak memiliki nilai referensi. 

Hal ini karena sumber laporan tersebut adalah sebuah situs web yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang mengambil jarak antarobjek wisata dan mengonversinya menjadi waktu berjalan kaki, yang sama sekali tidak dapat mencerminkan kualitas lingkungan kota, kata DOT.

Situs tersebut menggunakan AI untuk menemukan rute wisata dengan berjalan kaki satu hari di setiap kota, dihitung dari tempat sarapan ke tempat makan siang, kemudian ke satu objek wisata dan dilanjutkan ke tempat makan malam, lalu menghitung total jarak berjalan kaki dan mengonversi waktu tempuhnya, ungkap DOT

DOT menilai cara tersebut selain tidak mengungkapkan bagaimana AI memilih sebuah objek wisata, juga tidak mempertimbangkan transportasi umum. 

Metodologi ini hanya dapat mencerminkan jarak berjalan kaki antarobjek wisata yang dipilih oleh AI, yang lebih menguntungkan kota dengan jarak objek wisata yang dekat, dan sama sekali tidak dapat mencerminkan kualitas lingkungan pejalan kaki, kata DOT.

Pada kenyataannya, ketika jarak antara objek wisata lebih jauh, wisatawan menggunakan transportasi umum yang dikombinasikan dengan berjalan kaki, lanjut DOT.

Taipei juga telah membangun sistem transportasi hijau yang lengkap, tegas DOT, menambahkan bahwa pada tahun 2022, transportasi hijau di Taipei telah mencapai 61,1 persen.

DOT mengatakan untuk lebih menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi pejalan kaki, sejak tahun 2023, sudah dijalankan program “Berjalan Aman di Taipei”. 

Pada tahun 2023, telah ditambahkan tiga belas jalur pejalan kaki baru, memperlebar delapan belas trotoar, dan ditambahkan 114 jalur khusus pejalan kaki, kata DOT.

Saat ini telah diadakan uji coba zona ramah transportasi agar lingkungan lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki, dan 10 RT yang bersedia berpartisipasi, kata DOT.

Hingga akhir tahun 2026, akan terselesaikan penataan lingkungan pejalan kaki di 280 sekolah, 45 rumah sakit, 50 taman, dan 38 jalan utama dan sekunder, lanjut DOT.

(Oleh Chen Yi-hsuan dan Antonius Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.