Taipei, 19 Juli (CNA) Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) pada hari Jumat (19/7) membungkuk dan meminta maaf kepada keluarga yang terkena dampak dari kasus yang melibatkan dugaan pelecehan seksual terhadap beberapa siswa TK oleh seorang mantan guru.
"Ini adalah tanggung jawab saya, dan saya harus menanggungnya" jika ada anak di Taipei yang terluka, kata Chiang kepada wartawan sebelum menghadiri sebuah upacara.
Chiang mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk meninjau dan memperbaiki kebijakan terkait untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi, terlepas dari kapan kasus itu terjadi.
Pernyataan Chiang disampaikan terkait kasus yang melibatkan seorang guru TK swasta di Taipei Mao Chun-shen (毛畯珅), yang dituntut pada bulan Agustus 2023 atas tuduhan pelecehan seksual terhadap enam anak. Putusan atas kasus ini diperkirakan dijatuhkan pada bulan Agustus 2024.
Ia juga sedang diselidiki dalam kasus terpisah yang serupa yang melibatkan setidaknya 20 tuntutan.
Tersangka telah diselidiki beberapa kali atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur oleh pihak berwenang. Pengaduan pertama diajukan pada bulan Juni 2022, tetapi Mao tetap mengajar di Taipei Piramide School (台北市私立培諾米達幼兒園), yang dimiliki oleh ibunya, hingga ditahan pada bulan Juli 2023.
Pada hari Kamis, orang tua korban, serta LSM dan anggota Parlemen mengecam pemerintah Kota Taipei, mempertanyakan apakah beberapa insiden bisa dicegah jika pemerintah lebih proaktif.
Juga menanggapi kasus tersebut pada hari Jumat, Ketua Partai Rakyat Taiwan Ko Wen-je (柯文哲), yang juga Wali Kota Taipei antara 2014-2022, mengatakan ada ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan.
Partainya berencana mengusulkan lebih banyak amandemen hukum yang menyeluruh untuk melindungi anak-anak lebih efektif tanpa membuat orang tua panik atau berprasangka terhadap hasil dari kasus serupa, kata Ko dalam konferensi pers terpisah.
Selesai/ ML