Taipei, 23 Sep. (CNA) Kementerian Urusan Digital (MODA) Taiwan hari Selasa (22/9) merilis sebuah buku yang merangkum pengalaman pendampingan organisasi nirlaba yang memanfaatkan data guna mengoptimalkan operasional dan layanan publik dengan berbasis kecerdasan buatan (AI).
MODA mengatakan pihaknya selama tiga tahun terakhir menjalankan program "Pemberdayaan Data, Inovasi Publik" yang menyediakan pengembangan kapasitas selama delapan bulan serta pendampingan lanjutan yang membantu lembaga masyarakat dan organisasi nirlaba mengubah data yang tercerai-berai menjadi perangkat praktis untuk mengoptimalkan operasional dan pengambilan keputusan.
Dalam sebuah forum pada Selasa, kementerian merilis buku yang menghimpun metode, perangkat, pengalaman dari berbagai kasus, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam praktik berdasarkan proses pendampingan selama ini.
Panduan ini ditujukan sebagai referensi bagi organisasi dengan berbagai skala dan tahapan perkembangan, sehingga setiap organisasi dapat menemukan jalur transformasi data yang sesuai dengan kebutuhannya.
Menteri Urusan Digital Lin Yi-jing (林宜敬) menyatakan bahwa nilai dari AI tidak hanya terletak pada kemampuannya menyelesaikan masalah besar, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan sehari-hari instansi pemerintah dan organisasi nirlaba.
Lin menegaskan bahwa perkembangan data tidak bisa hanya bergantung pada dorongan pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif dari organisasi nirlaba, masyarakat sipil, dan sektor publik.
Forum turut memamerkan berbagai pencapaian mereka yang telah menerima pendampingan, seperti lembaga masyarakat Nuannuan Sunshine yang memanfaatkan data untuk meninjau kembali strategi penggalangan dana, dan berhasil membalikkan tren penurunan donasi rutin serta menjaring lebih dari 440 donatur baru.
Sementara itu, Children's Hearing Foundation menggunakan analisis data untuk memahami perilaku pendukung secara akurat, yang berimbas pada lonjakan donasi melalui LINE Pay sebesar 51,3 persen dan peningkatan pertumbuhan donasi situs web sebesar 29,1 persen.
Di kalangan pemerintahan, Departemen Pendidikan Pemerintah Kota Taipei menghubungkan lebih dari 20 unit untuk membangun mekanisme tata kelola data pendidikan serta merampungkan 16 dasbor indikator, mengubah rekam jejak administratif yang kompleks menjadi fondasi tata kelola pendidikan dan dukungan keputusan berbasis AI.
Sementara itu, Departemen Kepolisian Kota Kaohsiung membangun aplikasi AI kepolisian untuk regulasi lalu lintas yang telah diuji di 17 kantor cabang, membantu petugas lapangan memangkas waktu pencarian regulasi hingga lebih dari 50 persen.
Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Taitung memperkenalkan sistem pelaporan penanganan tanggap darurat yang lebih lebih efisien, berhasil memangkas waktu pembuatan laporan bencana angin dan banjir dari 40–60 menit menjadi hanya dua menit.
MODA menyatakan komitmen untuk memperluas kerja sama lintas sektor guna membantu lebih banyak organisasi mengadopsi AI dan data, demi mendongkrak inovasi layanan publik serta memperluas dampak sosial di Taiwan.
(Oleh Chao Min-ya dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC