Taipei, 25 Agu. (CNA) Produsen petrokimia Taiwan, Grand Pacific Petrochemical Corp. (GPPC), Selasa (25/8) mengatakan pihaknya telah bermitra dengan produsen gas industri Jepang, Air Water Inc. (AWI), untuk memasuki pasar material khusus semikonduktor Taiwan yang berkembang pesat, dengan kedua perusahaan masing-masing mengambil 35 persen saham di produsen gas khusus Hong-Kuang Hi-Tech, Corp.
Investasi ini menjadikan GPPC dan AWI sebagai dua pemegang saham terbesar di Hong-Kuang Hi-Tech dan bertujuan memperkuat kerja sama Taiwan-Jepang dalam material khusus semikonduktor, kata GPPC dalam sebuah pernyataan.
Eksekutif senior dari para mitra strategis bertemu di Osaka pada 18 Agustus untuk membahas kemitraan dan kolaborasi di masa depan, menurut GPPC.
Ketua GPPC, Sherie Chiu, mengatakan investasi ini merupakan perpanjangan, bukan penyimpangan, dari bisnis inti GPPC, dengan memanfaatkan keahlian industri kimia dan kemampuan industri perusahaan dalam bekerja sama dengan AWI.
AWI berfokus pada gas industri sebagai bisnis intinya. Pabrik gas VSU milik mereka dan teknologi pasokan gas di lokasi dirancang untuk memastikan pasokan yang stabil sekaligus mendorong penghematan energi, pengurangan karbon, dan biaya transportasi yang lebih rendah, menurut pernyataan tersebut.
Perusahaan Jepang ini juga menyediakan gas curah ultramurni, gas khusus, peralatan, dan layanan teknik, dengan operasi yang mencakup industri semikonduktor, energi, kesehatan, dan agripangan.
Yoshihiro Senzai, presiden dan eksekutif utama AWI, mengatakan perusahaan menganggap industri semikonduktor sebagai prioritas strategis utama.
Hong-Kuang Hi-Tech adalah pemasok gas dan bahan kimia khusus dalam rantai pasok semikonduktor Taiwan, dengan kemampuan lokal dalam produksi, penjualan, dan analisis gas khusus berkualitas tinggi elektronik, serta dukungan teknis terkait, menurut pernyataan tersebut.
Perusahaan tersebut terutama melayani produsen wafer semikonduktor, serta industri tenaga surya dan layar. Portofolio produknya mencakup gas khusus yang digunakan dalam proses manufaktur semikonduktor, termasuk fluorokarbon, dinitrogen monoksida (N₂O), karbon dioksida (CO₂), dan campuran fluor–nitrogen (F₂/N₂).
Secara terpisah, GPPC telah mengakuisisi 23,4 persen saham di i-TRANS Express Co., Ltd., penyedia logistik bahan kimia berbahaya khusus.
i-TRANS Express berfokus pada bahan kimia khusus yang digunakan dalam rantai pasok manufaktur wafer serta menyediakan layanan logistik yang mencakup transportasi, pergudangan, alih muat, dan distribusi.
GPPC mengatakan kemitraan ini menggabungkan keahlian gas industri internasional dengan kemampuan manufaktur Taiwan untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan material berkualitas tinggi yang digunakan dalam proses semikonduktor canggih.
Kerja sama ini juga diperkirakan dapat mendukung transformasi dan ekspansi GPPC ke dalam rantai pasok semikonduktor, seiring upaya perusahaan untuk memperkuat bisnis intinya, memperluas kegiatan usaha bernilai tambah tinggi, serta beralih dari petrokimia curah ke bahan kimia khusus, material komposit kelas atas, dan material berkualitas elektronik.
CDIB Capital Group, perusahaan ekuitas swasta Taiwan dan investor dalam usaha patungan GPPC-AWI, memainkan peran penting dalam merumuskan kemitraan lintas negara ini, menurut GPPC.
Presiden CDIB, Melanie Nan, mengatakan bahwa perusahaan telah mempertahankan fokus investasi jangka panjang pada kompetensi inti Taiwan, termasuk semikonduktor dan manufaktur canggih, sambil secara strategis memperluas kehadirannya di Silicon Valley Amerika Serikat, Jepang, dan sektor kecerdasan buatan.
Nan mengatakan kemitraan ini menyoroti kemampuan CDIB untuk menjembatani ekosistem industri, rantai pasok, dan peluang pasar antara Taiwan dan ekonomi global utama lainnya.