Taipei, 24 Sep. (CNA) Produksi industri Taiwan pada Agustus mencetak rekor baru, dengan indeks melonjak lebih dari 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya karena permintaan global yang kuat untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI), kata Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) pada Rabu (23/9).
Data yang dikumpulkan MOEA menunjukkan indeks produksi industri lokal naik 23,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 145,97, melampaui rekor sebelumnya sebesar 143,32 pada Juli, sementara subindeks sektor manufaktur, yang menyumbang lebih dari 90 persen dari total produksi negara, naik 24,61 persen menjadi 148,42.
Agustus menandai bulan ke-30 berturut-turut kedua indeks tersebut mengalami kenaikan secara tahunan, menurut data tersebut.
Dalam delapan bulan pertama tahun ini, indeks produksi industri Taiwan naik 20,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 132,24, dengan subindeks sektor manufaktur naik 22,14 persen menjadi 134,60, kata MOEA.
Pada Agustus, kata MOEA, industri komponen elektronik mengalami kenaikan produksi sebesar 21,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya karena permintaan untuk perangkat komputasi berkinerja tinggi (HPC) dan berbagai aplikasi terkait AI, yang mendorong kenaikan produksi oleh perusahaan Taiwan yang bergerak dalam jasa fabrikasi wafer 12 inci, pemasok DRAM, perusahaan perakitan dan pengujian sirkuit terpadu (IC), serta perancang IC.
Di industri komponen elektronik, produksi oleh perusahaan sirkuit terpadu naik 24,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada Agustus, menurut MOEA.
Didorong gelombang aplikasi AI dan layanan cloud, yang meningkatkan permintaan untuk peladen AI, switch, peralatan inspeksi semikonduktor, dan peralatan otomasi, industri komputer dan optoelektronik lokal mencatat kenaikan produksi sebesar 95,72 persen secara tahunan pada Agustus.
Namun, sektor ekonomi lama tampak bervariasi karena kekuatan pemulihan yang tidak merata, menurut data MOEA.
Pada Agustus, produksi di sektor industri mesin naik 18,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena pemasok semikonduktor berupaya memperluas kapasitas melalui pembelian peralatan untuk memenuhi permintaan AI global, menurut data MOEA.
Namun, industri logam dasar mengalami penurunan produksi sebesar 0,36 persen secara tahunan pada Agustus karena permintaan untuk beberapa produk seperti lembaran baja canai panas tetap lambat, sementara industri bahan kimia dan pupuk juga mencatat penurunan produksi sebesar 5,81 persen karena lemahnya permintaan, dengan beberapa perusahaan mengurangi produksi sebagai respons terhadap realitas pasar, kata MOEA.
Chen Yu-fang (陳玉芳), wakil kepala Departemen Statistik MOEA, mengatakan bahwa sektor ekonomi lama secara bertahap menunjukkan tanda-tanda perbaikan sejak Maret, karena perkembangan AI menciptakan efek limpahan, memungkinkan beberapa industri untuk memproduksi lebih banyak bahan baku yang digunakan dalam perangkat teknologi.
Ke depan, MOEA mengatakan bahwa meskipun ekonomi global masih terdampak berbagai kebijakan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik, ekspor Taiwan diperkirakan akan terus mendapat manfaat dari ledakan AI, yang akan meningkatkan produksi di sektor manufaktur.
Menurut MOEA, subindeks sektor manufaktur diperkirakan akan berada di kisaran 146,03 hingga 150,03 pada September, naik 22,5-25,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Taiex, indeks acuan Bursa Efek Taiwan, pada Rabu menyalip India untuk menjadi pasar saham terbesar keempat di dunia berdasarkan nilai pasar, menurut data yang dirilis MarketCapWatch.
Pada Rabu, Taiex naik 357,12 poin, atau 0,75 persen, ke rekor tertinggi baru di 48.157,29, mendorong kapitalisasi pasar papan utama lokal menembus US$5,3 triliun (Rp94,7 kuadriliun), menurut data MarketCapWatch.
Taiwan telah mendapat manfaat dari ledakan global dalam pengembangan kecerdasan buatan, dengan Taiex melonjak 19.193,69 poin, atau 66,27 persen sejauh tahun ini setelah lonjakan 5.928,50 poin atau 275,73 persen pada 2025.
Menurut MarketCapWatch, Taiwan hanya tertinggal dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Selesai/