Taipei, 4 Agu. (CNA) Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu (吳釗燮) menuduh Tiongkok menggunakan penjaga pantai dan kapal resmi lainnya untuk mengancam tidak hanya Taiwan tetapi juga kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.
"Ancaman yang ditimbulkan oleh Tiongkok ditujukan kepada seluruh kawasan," kata Wu dalam wawancara berbahasa Inggris dengan Nikkei Asia yang diterbitkan hari Senin (3/8).
Seluruh Rantai Pulau Pertama, yang membentang dari Jepang ke selatan melalui Taiwan hingga Filipina dan Malaysia, menghadapi peningkatan agresi maritim, ujarnya.
Wu menambahkan bahwa sistem intelijen, pengawasan, dan pengintaian Taiwan telah mendeteksi peningkatan signifikan aktivitas kapal resmi Tiongkok di Laut China Timur, Selat Taiwan, Pasifik barat, dan Laut China Selatan.
Komentar Wu muncul setelah Tiongkok meluncurkan serangkaian "operasi penegakan hukum maritim khusus" di perairan timur Taiwan pada bulan Juni. Beijing mengatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap Jepang dan Filipina yang memulai pembicaraan bilateral tentang delimitasi batas maritim di wilayah tersebut, yang menurut klaim Tiongkok melanggar kedaulatan teritorial dan hak maritimnya.
Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Tiongkok juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, meskipun ada putusan tribunal arbitrase internasional tahun 2016 yang menyatakan klaim maritimnya tidak memiliki dasar hukum menurut hukum internasional.
Menurut Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan (CGA), penjaga pantai Tiongkok dan kapal resmi lainnya telah beroperasi di perairan timur Taiwan dan di sekitar pulau-pulau yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan dalam beberapa pekan terakhir.
Kapal-kapal tersebut juga menyiarkan peringatan radio yang memerintahkan kapal dagang yang melintas untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Sebagai tanggapan, CGA secara rutin mengirimkan kapal patroli untuk memantau kapal-kapal Tiongkok dan memerintahkan mereka pergi setiap kali memasuki perairan terbatas Taiwan.
Dalam wawancara tersebut, Wu mengatakan Taiwan sedang mengambil langkah-langkah untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh kapal resmi Tiongkok yang beroperasi di perairan sekitar.
Ia mengatakan pemerintah telah membentuk mekanisme lintas lembaga untuk melawan apa yang ia gambarkan sebagai ekspansionisme Tiongkok, dengan salah satu tujuannya adalah membagikan pengalaman Taiwan kepada negara lain untuk membantu membangun front bersatu.
Dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Departemen Luar Negeri telah mengkritik pengerahan kapal penjaga pantai Tiongkok ke perairan dekat Taiwan, dengan mengatakan operasi tersebut merusak stabilitas kawasan.
Sebuah unggahan media sosial oleh American Institute in Taiwan, kedutaan besar de facto AS di Taiwan, yang menunjukkan kapal penjaga pantai AS dan Taiwan berlayar dalam formasi pada akhir bulan lalu juga menunjukkan komitmen Washington untuk bekerja sama dengan Taipei dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah agresi Tiongkok, menurut para ahli yang diwawancarai CNA.
Perwakilan de facto Inggris, Jerman, dan Prancis di Taiwan juga mengeluarkan pernyataan bersama pada 24 Juni yang menyatakan keprihatinan atas "operasi penegakan hukum maritim khusus" Tiongkok di perairan timur Taiwan, dengan mengatakan tindakan tersebut mengancam stabilitas kawasan.
Selesai/ja