Jakarta, 3 Agu. (CNA) Gelaran Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) di Pullman Hotel, Jakarta pada Sabtu (1/8) menarik lebih dari 12.000 pengunjung, kata Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI) selaku penyelenggara kepada CNA hari Minggu.
Memasuki penyelenggaraan kesepuluhnya, THEFI 2026, yang digelar dengan dukungan Kementerian Pendidikan Taiwan dan diikuti 65 perguruan tinggi Taiwan serta 165 perwakilan kampus, berlangsung di Jakarta pada Sabtu, Bandung pada Minggu, Semarang pada Selasa, Surabaya pada Kamis–Jumat, dan Medan hari Minggu mendatang.
Ketua Umum ICATI, Hengky Lau mengatakan organisasinya selama ini membantu para pelajar Indonesia memperoleh informasi mengenai studi di Taiwan, sekaligus mendorong pertukaran antara calon mahasiswa dan perguruan tinggi Taiwan melalui pameran pendidikan tinggi ini.
Salah satu pengunjung pameran di Jakarta, Rizky, mengatakan kepada CNA bahwa kakaknya sedang menempuh program doktor di Taiwan dan sering berbagi pengalaman hidup di sana, yang membuatnya mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan studi di Taiwan.
Rizky, yang tertarik pada bidang kecerdasan buatan (AI) dan teknologi, terlebih dahulu mencari informasi dan menemukan bahwa beberapa universitas, termasuk National Yang Ming Chiao Tung University, memiliki program terkait, sehingga ia datang untuk mempelajari lebih lanjut kurikulum dan proses pendaftarannya.
Pengunjung lainnya, Anita, mengatakan kepada CNA bahwa seiring persaingan di pasar kerja Indonesia sangat ketat, ia berharap dapat meningkatkan daya saingnya melalui pendidikan di luar negeri, sehingga menjadikan Taiwan sebagai salah satu pilihan tujuan studi.
Berencana mengambil jurusan yang berkaitan dengan bisnis, Anita mengatakan bahwa menurutnya, memperoleh gelar di Taiwan sekaligus mempelajari bahasa Mandarin dapat membantunya memasuki dunia kerja.
Ketua University Entrance Committee For Overseas Compatriot Students, Su Yu-lung (蘇玉龍) dalam sambutannya mengatakan bahwa Taiwan dalam beberapa tahun terakhir secara aktif mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta mengembangkan penelitian di bidang semikonduktor, AI, dan bioteknologi medis.
Melalui kerja sama antara industri dan perguruan tinggi serta pelatihan berbasis praktik, kata Su, di Taiwan, mahasiswa dapat memahami tren perkembangan industri sekaligus memperoleh pengalaman praktis.
Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Bruce Hung (洪振榮) mengatakan bahwa terdapat lebih dari 19.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Taiwan, dan Indonesia menjadi negara asal mahasiswa internasional terbesar kedua setelah Vietnam.
Seiring dengan berkembangnya pertukaran pendidikan antara Taiwan dan Indonesia, kata Hung, pihaknya berharap berbagai saluran kerja sama dapat menarik lebih banyak pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Taiwan.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja