Kaohsiung, 3 Agu. (CNA) Satu keluarga kasus demam berdarah dengue (DBD) impor asal Vietnam telah didenda NT$10.000 (Rp5,6 juta) karena diduga menyembunyikan riwayat perjalanan keluar negeri secara akurat saat berobat, kata Pemerintah Kota Kaohsiung.
Departemen Kesehatan Kota Kaohsiung melalui siaran persnya hari Minggu (2/8) menyatakan bahwa kasus tersebut melibatkan seorang imigran baru asal Vietnam (37) dan putrinya (13), yang berdomisili di RT Dong'an, Distrik Jiaxian, Kaohsiung.
Mereka bepergian ke Vietnam untuk mengunjungi kerabat pada 2 hingga 24 Juli, tetapi sekembalinya ke Taiwan, mengalami gejala demam, pusing, dan nyeri otot, hingga akhirnya berobat, kata departemen tersebut.
Otoritas kesehatan kota menjelaskan bahwa sang ibu mengalami demam pada 26 Juli dan mengonsumsi obat secara mandiri dan baru pergi ke rumah sakit pada 29 Juli. Ia terkonfirmasi positif setelah menjalani pemeriksaan sampel pada 31 Juli.
Sementara itu, sang anak mulai mengalami demam dan nyeri otot pada 28 Juli dan sempat dibawa berobat ke klinik, tetapi pihak keluarga tidak menginformasikan riwayat perjalanan ke Vietnam kepada dokter, lanjut departemen tersebut.
Hasil uji PCR pada 1 Agustus mengonfirmasi bahwa ibu dan anak tersebut terinfeksi demam berdarah.
Departemen Kesehatan menegaskan bahwa sanksi denda sebesar NT$10.000 dijatuhkan atas pelanggaran Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dan keduanya sudah diisolasi.
Tim pencegahan epidemi Pemkot Kaohsiung telah melakukan pemeriksaan sarang nyamuk, penyemprotan disinfektan darurat, serta pembersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal pasien, kata departemen tersebut.
Selain itu, untuk mencegah penularan gelombang kedua, tim itu akan terus mengintensifkan pengerahan personel, pembersihan tempat pembiakan nyamuk, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Data pemantauan nyamuk penular pada Sabtu menunjukkan bahwa kepadatan nyamuk di Distrik Jiaxian tergolong sangat tinggi belakangan ini.
Dari pemeriksaan acak tim terhadap 60 rumah tangga di RT Xi'an, ditemukan sepuluh wadah tergenang air yang positif berisi jentik nyamuk.
Sementara itu, survei kepadatan nyamuk di 30 rumah tangga di RT Dong'an menemukan 22 wadah positif jentik serta penangkapan langsung nyamuk Aedes albopictus atau nyamuk hutan dewasa di lokasi.
Wadah berpotensi yang ditemukan mencakup ban bekas, ember, pot bunga, talang air atap, genangan air pada terpal, hingga barang bekas di lahan kosong, menurut otoritas kesehatan.
(Oleh Tsai Meng-yu dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC