Taipei, 4 Agu. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Taiwan resmi melantik pengurus baru pada Minggu (2/8) dengan target program memperkuat pemberdayaan pekerja migran perempuan yang ada di Taiwan, kata Novilia Arrasyid, ketua baru Fatayat NU Taiwan.
Berdasarkan informasi yang diterima CNA, sebanyak 100 orang menghadiri yang mengambil tempat di salah satu ruang pertemuan di ASEAN Square lantai enam Taichung ini. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo.
Fatayat adalah salah satu sayap organisasi Nahdlatul Ulama yang menaungi kader perempuan muda NU berusia 20-43 tahun. Di PCI Fatayat NU Taiwan, mayoritas anggota adalah pekerja migran dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tema pelantikan adalah "Bersinergi dan Menguatkan Ukhuwah Demi Mewujudkan Perempuan yang Berdaya, Berdikari dan Berdampak", kata Novilia menjelaskan.
Beberapa figur NU lain yang ambil bagian dalam kegiatan di antaranya adalah jajaran Rais Syuriyah dan Tanfidziah PCINU Taiwan serta PJ Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj. Dewi Winarti. Dalam kesempatan tersebut, mereka memberikan pesan kepada pengurus baru agar organisasi tersebut berdampak bagi perempuan-perempuan Indonesia yang saat ini menjadi PMI di Taiwan. Selain itu, dalam acara bertajuk "Khotmil Quran Menyambut HUT RI ke 81 sekaligus Pelantikan Pengurus PCI Fatayat NU" ini, Fatayat di Taiwan diminta untuk dapat menjadi teman bagi kaum perempuan untuk saling belajar dan bertumbuh.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulisityo dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PCI Fatayat NU Taiwan yang ikut ambil bagian membina PMI perempuan lewat kegiatan sosialisasi ketenagakerjaan di beberapa wilayah di Taiwan.
Arif juga mengucapkan selamat kepada Ketua PCI Fatayat NU Taiwan yang baru dilantik dan siap mendukung dan berkolaborasi dalam program kerja yang akan dijalankan, tulis keterangan pers KDEI.
Ke depan, Arif ingin Fatayat NU juga mengadakan kegiatan seperti sosialisasi ketenagakerjaan, edukasi pencegahan dan penanganan masalah yang menjerat para PMI seperti penipuan pinjaman online (pinjol) hingga dampak tingkat stres yang tinggi. Begitu juga dengan peningkatan literasi digital, keuangan dan hukum, penguatan wadah kemandirian Keluarga dan UMKM melalui Koperasi Yasmin Fatayat NU, tulis keterangan KDEI.
“KDEI Taipei siap berkolaborasi dan mendukung penuh program-program strategis Fatayat NU Taiwan termasuk peresmian Koperasi Yasmin Fatayat NU di Taiwan," ujar Arif.
Dalam wawancaranya bersama CNA, Novilia mengatakan bahwa sebuah kehormatan untuk bisa terpilih menjadi ketua baru Fatayat NU. Senada dengan apa yang dikemukakan oleh kepala KDEI, Novilia mengatakan bahwa pihaknya siap untuk berkolaborasi memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi pekerja migran kaum perempuan di Taiwan.
"Hari-hari ini PMI di Taiwan dihadapakan dengan banyak tantangan. Seperti banyak yang terjerat dengan kasus hukum (penipuan dan pinjaman online), belum lagi dengan regulasi pemerintah yang selalu berubah-ubah, tingkat stres yang tinggi dan sering kali kita kalau pulang masih bingung apa yang bisa dilakukan setelah pensiun dari Taiwan. Kami kepengurusan baru berkomitmen untuk meningkatkan literasi para kader. Literasi digital, hukum, keuangan, dan lain-lain," ungkap perempuan yang telah tinggal di Taiwan selama 11 tahun ini.
Lebih lanjut, Novilia mengatakan ia berharap agar bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan organisasi lainnya untuk mendukung literasi yang dibutuhkan kader, agar kader bisa menjadi perempuan yang berdaya, berdikari dan berdampak. "Dan tentunya dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah," ungkapnya.
Sementara itu, saat dihubungi CNA, Ketua PCINU Muhammad Ghofur mengatakan bahwa organisasinya berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan PCI Fatayat NU Taiwan dalam berbagai program dakwah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pendampingan bagi pekerja migran dan diaspora Indonesia.
“Semoga kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di Taiwan, sekaligus memperkuat citra Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang senantiasa menghadirkan kemaslahatan, persatuan, dan pelayanan bagi umat. Selamat berkhidmah, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, keberkahan, dan kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” ujar Ghofur yang telah tinggal di Taiwan lebih dari 10 tahun ini.