Taipei, 2 Agu. (CNA) Puding tahu mangga, sebuah makanan penutup Taiwan yang belum dikenal banyak orang Korea Selatan, telah menjadi populer secara tak terduga di Seoul.
Sebuah toko pop-up selama tiga bulan yang dioperasikan oleh merek Taiwan Mata Tofu Pudding di pusat perbelanjaan Hyundai Seoul telah menghasilkan penjualan sebesar NT$2,5 juta (Rp13,97 miliar) dalam 15 hari pertama sejak dibuka pada bulan Juli, melampaui ekspektasi meskipun memperkenalkan hidangan penutup yang belum dikenal oleh sebagian besar konsumen Korea.
Bagi pendiri Liu Ying-ting (劉孆婷), respons yang kuat ini membuktikan upayanya untuk memperkenalkan hidangan penutup tradisional Taiwan ke pasar yang sebelumnya hampir tidak mengenalnya.
Menjual yang Tak Dikenal
Berbeda dengan banyak negara Asia Tenggara, di mana puding tahu telah lama menjadi bagian dari kuliner lokal, Korea Selatan tidak memiliki hidangan serupa yang sudah mapan.
Liu mengatakan kepada CNA bahwa karena tidak ada persepsi tetap tentang puding tahu di kalangan konsumen Korea, ia melihat peluang untuk memperkenalkan hidangan penutup ini.
Ia memperhatikan bahwa banyak pelanggan Korea yang mengunjungi toko Mata di Jalan Yongkang, Taipei, lebih menyukai hidangan penutup yang manis, bahkan ada yang menambahkan beberapa sendok gula.
Pengamatan itu meyakinkannya bahwa pasar Korea memiliki potensi jika rasa puding tahu disesuaikan dengan selera lokal.
Dengan dukungan dari program Kementerian Urusan Ekonomi, Liu belajar bagaimana mempersiapkan mereknya untuk ekspansi internasional, mulai dari strategi merek dagang hingga mencari mitra lokal.
Sebelum menandatangani perjanjian, Liu mengajak calon mitra Koreanya berkeliling wisata kuliner di pasar malam Taipei, memperkenalkan hidangan penutup Taiwan seperti tangyuan panas dan dingin, bola talas, dan sup kacang merah.
"Apa yang benar-benar saya inginkan adalah memperkenalkan cita rasa Taiwan," kata Liu.
Mencairkan Suasana
Sebelum memenangkan hati pelanggan, proses bea cukai menjadi salah satu tantangan terbesar selama persiapan, kata Liu.
Ia mengatakan timnya awalnya menghadapi kesulitan karena beberapa bahan tidak memenuhi peraturan Korea Selatan.
Timnya kemudian memformulasi ulang resep dan menemukan bahan pengganti yang sesuai dengan regulasi Korea namun tetap mempertahankan tekstur kenyal topping khas Taiwan seperti mutiara tapioka dan bola tapioka isi kacang merah.
Komunikasi juga menjadi tantangan. Karena kendala bahasa, tim Taiwan dan Korea sering mengandalkan perangkat lunak penerjemah, yang menyebabkan sering terjadi kesalahpahaman.
Namun, kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama dan berhasil mengatasi tantangan tersebut.
Alih-alih langsung membuka toko permanen, mereka memilih memulai dengan toko pop-up sementara untuk membangun kesadaran merek sekaligus mengumpulkan masukan pelanggan tentang tingkat kemanisan, topping, dan pilihan menu.
Strategi ini membuahkan hasil: dalam 15 hari, toko pop-up tersebut menghasilkan penjualan sebesar NT$2,5 juta.
Puding tahu mangga menjadi produk terlaris, diikuti oleh puding tahu gula merah milik merek tersebut -- hasil yang mengejutkan baik bagi MATA maupun pusat perbelanjaan, yang sebelumnya memperkirakan es serut mangga akan menjadi penjualan tertinggi.
Melihat Lebih Jauh dari Seoul
Untuk saat ini, Mata berencana terus menggunakan toko pop-up sementara, dengan toko yang lebih besar direncanakan di kota-kota besar termasuk Seoul dan Busan.
Perusahaan ini juga memperluas pasar luar negerinya yang sudah ada di Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan, dengan rencana membuka toko di London pada Maret 2027.
Liu mengatakan membawa merek Taiwan ke kancah global membutuhkan kesabaran, bukan jalan pintas.
"Hanya dengan memahami kebutuhan pasar yang berbeda dan terus beradaptasi, kita bisa membagikan Taiwan kepada lebih banyak orang melalui semangkuk puding tahu," ujarnya.
Selesai/