Taipei, 4 Agu. (CNA) Partai oposisi Kuomintang (KMT) hari Senin (3/8) menyerukan pertanggungjawaban dalam kasus minyak kedelai baru-baru ini yang melibatkan kadar benzo[a]pirena (BaP) yang berlebihan, dengan mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas keterlambatan pelaporan, penahanan informasi, atau kegagalan pengawasan harus dimintai pertanggungjawaban.
Dalam konferensi pers, Sekretaris Jenderal Fraksi Legislatif KMT Lin Pei-hsiang (林沛祥) meminta Kabinet mengungkapkan berapa banyak minyak kedelai yang gagal dalam inspeksi keamanan yang disimpan di Central Union Oil Corp., serta seluruh jalur distribusinya, termasuk apakah minyak tersebut disegel, ditarik kembali, atau dimusnahkan.
Lin juga mempertanyakan kapan Kabinet dan Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) pertama kali mengetahui masalah ini dan mengapa hal tersebut tidak sepenuhnya diungkapkan dalam pengarahan keamanan pangan.
Ia menambahkan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas keterlambatan pelaporan, penyembunyian informasi, atau kegagalan pengawasan harus dimintai pertanggungjawaban.
Kontroversi ini muncul setelah perusahaan milik negara Taiwan Sugar Corp. (Taisugar) dituduh telah mengetahui sejak Mei bahwa minyak dari Central Union bermasalah, tetapi hanya mengembalikannya ke pemasok tanpa memberi tahu pihak berwenang.
Namun, dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu, perusahaan tersebut menegaskan mereka tidak pernah menerima atau menggunakan minyak kedelai mentah yang dimaksud, karena sampel yang diuji sebelum pembelian gagal dalam inspeksi keamanan. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan masalah tersebut.
Hsu Yu-chen (許宇甄), Wakil Sekretaris Jenderal Fraksi KMT, mengatakan Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) menyatakan dalam siaran pers tahun 2024 bahwa pelaku usaha makanan harus secara proaktif melaporkan kepada otoritas lokal jika mereka menemukan bahan baku atau produk yang dapat menimbulkan risiko keamanan pangan, dengan pelanggar dapat dikenai denda hingga NT$3 juta (Rp1,67 miliar) berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan.
Hsu meminta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk memperjelas apakah standar TFDA berlaku untuk Taisugar, dengan mengatakan bahwa jika berlaku, kasus ini harus diselidiki sesuai hukum, sementara jika tidak, otoritas harus memberikan dasar hukum yang jelas.
Kontaminasi ini terungkap pada akhir Juni setelah minyak goreng berbahan dasar kedelai yang diproduksi oleh Central Union ditemukan mengandung kadar BaP yang berlebihan, sebuah karsinogen Grup 1, klasifikasi untuk zat dengan bukti cukup menyebabkan kanker pada manusia. Lebih dari 13.000 bisnis di seluruh Taiwan terdampak.
Secara terpisah pada Senin, Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP) Huang Kuo-chang (黃國昌) mengatakan dalam wawancara daring bahwa Taisugar menemukan masalah pada produk minyak Central Union namun pemerintah gagal mengungkapkan masalah tersebut, menyebut situasi ini "sangat dipertanyakan."
Ia juga mengkritik pernyataan Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) sebelumnya bahwa tidak ada kewajiban pelaporan wajib untuk bahan baku, menuduh pemerintah menggunakan klaim tersebut untuk melindungi Taisugar dari tanggung jawab.
MOEA bela Taisugar
Pada Senin, MOEA membela Taisugar dalam sebuah unggahan Facebook, dengan mengatakan perusahaan tersebut juga merupakan korban dalam kasus ini.
Kementerian mengatakan Taisugar menguji sampel dari pemasok sebelum menerima pengiriman dan hanya menerima bahan baku setelah memastikan bahan tersebut memenuhi standar keamanan.
Perusahaan melakukan inspeksi di setiap tahap, mulai dari bahan baku, minyak mentah hasil produksi sendiri, hingga produk jadi, melebihi persyaratan keamanan pangan, tambah kementerian.
Selain itu, Menteri Urusan Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) mengatakan Taisugar hanyalah pembeli dan bahwa inspeksi serta penegakan regulasi adalah tanggung jawab pemerintah daerah.
Ia mengatakan inspeksi yang lebih sering dapat membuat bisnis bermasalah waspada dan mencegah insiden tersebut.
(Oleh Liu Kuan-ting, Hsieh Yi-hsuan, Tseng Yi-ning, Tseng Chun-ting, Yang Sze-rui, Ko Lin, dan Muhammad Irfan)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/JC